Saya tidak tau apa alasan BI sering mengeluarkan pecahan uang baru. tapi yang saya tau bahwa nilai rupiah semakin kecil dan nilai tukarnya semakin tidak bernilai.melihat tahun tahun lalu bahwa sudah banyak sekali pecahan uang indonesia dan kira kira hanya bertahan selama 5 tahun untuk setiap jenis mata uang, lalu diganti lagi dengan tampilan yang baru. Tahun ini BI berencana akan mengeluarkan pecahan uang Rp2.000. keluarnya uang baru ini kemungkinan mengakibatkan inflasi yang tinggi. buat apa uang banyak jikalu harga belinya rendah. coba kita bandingkan dulu membeli satu goreng pisang harganya Rp 200 sekarang harganya Rp1000.
besok besok mau beli nasi padang yang sekarang harganya Rp 10.000 per porsi bisa-bisa Rp 50.000 dengan menu yang sama. siapa yang mau?
dari tahun tahun sebelumnya jumlah pecahan rupiah terus dikeluarkan dan pasti ada nilai pecahan lama yang hilang dari pasar, apakah nilai pecahan seribu juga akan keluar dari peredaran uang? juga belum saya ketahui. yang jelas pihak BI menyatakan bahwa keluarnya pecahan Rp2.000 tidak akan mengakibatkan inflasi yang tinggi, atau pun menghilangkan nilai nominal pecahan Rp 1.000 . jumlah uang yang beredar akan tetap sama kata Irwan lubis, jumat (29/2). jumlah uang yang beredar tetap sama sesuai dengan kebutuhan masyaratkat. hanya pecahan yang ada ditambah mulai dari Rp 50, Rp 1000,Rp 1000,Rp 2000,Rp 5000,Rp 10.000,Rp 20.000,Rp 50.000,Rp 100.000.
alasan keluarnya uang pecahan Rp 2.000 dikabarkan BI telah melakukan survei beberapa waktu lalu dan menyimpulkan bahwa masyaratkat membutuhkan pecahan uang nominal Rp 2000.
bagaimana menurut anda apakah kebijakan ini lebih baik atau sebaliknya?, atau apakah anda membutuhkan pecahan nominal Rp 2.000?. kiri-kira berapa besar kemungkinan BI akan mengeluarkan percahan nominal Rp 500.000?









Kalau saya pribadi tidak peduli apakah keluar pecahan 2000 atau 2500
yang penting kerjaan saya lancar, proyek stabil, tidak merasa kekurangan
itu justru yang saya cari, buat apa cari uang kalau memang tidak bisa menenangkan hati.
Yang saya kasihan adalah bagaimana dengan bangsa ini… dimana-mana ada bencana tapi nggak tahu kenapa wakil rakyatnya seakan tak cepat bertindak, meeting-meeting dan meeting. Padahal diluar sana sudah banyak yang menunggu kepastian.
btw, buat mas setyasembiring semoga kerjaannya sukses selalu. Amin
Kalau pecahan 2.000 okelah. Tapi kalau pecahan 500.000, ngeri, ngeri kalo sampe ilang, berarti malapetaka banget kan……..
hehe kalo nemu uang Rp 500.000 di jalan .wah enak juga kan heheheheheh
wahhh, 2000 an ya
boleh2, trus gambarnya apaan? manajernya BI kali…
enaknya gambarnya apa ya?
tapi hebat juga loch. diberi seikat uang Rp. 500.000
100 x Rp. 500.000 = Rp. 50. 000.000 loch
ni di moderasi gak..? gue kaget waktu baca ini.. gue ndak reti soal inflasi atau apa.. tapi kayaknya kalo pecahan Rp. 2000; ini beredar, gue yakin lambat laun akan ada perubahan dengan pecahan Rp. 1000; jadi inget jaman dulu… duit seratus rupiah aja dah bisa kemana mana.. sekarang gue naik angkot aja mesti sediain duit Rp. 2000; kalo ni beredar bener, duh mesti siap siap nih.. ntar barang barang yang harganya seribu dah jadi Rp. 2000 dech.. barang seharga Rp. 1500; pasti jadi harga Rp. 2000; biar gampang transaksinya gitu mesti.. duuhh… sialan tuh pakar pakar ekonomi.. hidup tambah suseeeeehhhhh……
kalo mau bawa banyak uang gak repot kan.. 2 lembar udah satu juga
hehehhehe, jadi yang mau copet juga gak pusing. sekali copet langsung dpat banyak
@Elraja
ya itu lah mas, benar tuh kenyataannya emang gitu. ada juga yang kasih kembalian uang permen lohhhh katanya gak ada uang pecahan Rp100
kalo gak ada pecahan seribu permennya berapa ya heheheheh
Wah..ada uang Rp2.000,00..
Jadi ingat ma permainan monopoli….hehehe
..kira2 gamBar apaan yaH di uang 2000 itu…
paHlawan nasionaL lagiKaH…akhhh..bosaaann…
gimana y…klo aQ pribadi mmg butuh pecahan 2000 mas, secara di mksr (kota aQ), tarif angkot sekali naek yah bayarannya 2rb itu-lah
Akh bingung mas… disisi lain mmg lbh praktis bwt anak kuliah kyk aQ ini yg naik angkot tpi disisi lain, kayaknya BI jg rada2 berlebihan..hhhhh…Tapi tiba2 aQ jd ingat nasb uang recehan 25 rupiah,…apa kabar y?? Walllah!
kabar 25 rupiah baik baik saja di sana
dia kirim salam buat kamu, gimana mau balik salam gak?
Sepertinya nominal uang sekarang sudah terlalu tinggi, apa tidak lebih baik sanering saja dari 100 rupiah menjadi 1 rupiah ?
Kebangkitan Indonesia haruslah ditandai dengan perbaikan terhadap kemampuan pemerintah dalam menjamin nilai nyata rupiah. Pilihlah pemimpin yang peduli dan mengerti dengan prinsip keadilan dalam bidang ekonomi, bukan hanya bermodal janji tanpa visi dan misi yang pasti.
http://indonesiabangkit.com
iya bener tuh kayaknya kita butuh ilangin angka nol yang terlalu banyak. sebaiknya uang 10.000 jadi 1 aja dan sisanya pake sen-senan biar tambah seru.
http://putanas.land.ru/sajt_dosug.html – ñàéò äîñóã
http://putanas.land.ru/dosug_ru_1.html – äîñóã ðó
menurut saya kalau sudah keluar uang pecahan Rp.2000 berarti uang indonesia semakin tak berarti.
dan ekonomi indonesia semakin susah. ya capek dehhhhhhhhh
kenapa sih ga nytak uang pecahan 1jt aja. variable cost jadi jauh lebih hemat. apa karena terlihat peluang kangtauw-an yg bagus dari order kertas and material lainnya?
korupsi adalah mencuri. budaya timur mengajarkan lebih baik tidak makan daripada mencuri…!
Sebaiknya sih, ada pemotongan nilai, misal 1000 jadi 1 rupiah aja biar ga terlalu tinggi ratenya, bayangin, 1 US $ aja lebih dari 4 digit angka (11.300), padahal negara lain max cuman 3 digit.
Pecahan berapa aja sih sebenernya ga masalah, yang penting :
1. Ga cepet habis.
2. Ga cepet hilang.
3. Layoutnya lebih keren dari yang sekarang, mungkin bisa gambar jupe ato nia ramadhani, BCL, dll
what!!!!!!
apa itu benar
kalu ia seh gpp
jadi kalu gw kembaliin uang orang khan ga pusing ngitung dari serebu
yap yap sebentar lagi bakal deh.. pecahan 200 rb
yah lumayan…. gak bikin dompet jadi penuh uang seribuan hehehe
salam kenal
http:/imadeharyoga.com/about
prisnsip ekonomi dasar : ” semakin di butuhkan suatu barang, maka akan semakin mahal dan semakin banyak atau tidak di butuhkan, maka akan turun harganya”
dari prinsip itu saja sudah ketauan kalau di cetak pecahan uang besar maka akan semakin murah harganya karena uang yang di butuhkan cuma sedikit.
pikir dong pikir….. apa orang BI mikir kesana apa nggak ????
dari segi asal mata uang itu sendiri ada suatu kaidah yang baku di tiap negara, yaitu : ” uang yang di cetak sebanding dengan emas yang di simpan di bank pusat” pertanyaannya adalah ketika dibuat uang itu sudah di hitung tidak berapa jumlah uang yang beredar dengan uang yang baru di cetak dengan uang yang di simpan di bank pusat yang seharusnya di simpan di Bank indonesia???????
prisnsip ekonomi dasar : ” semakin di butuhkan suatu barang, maka akan semakin mahal dan semakin banyak atau tidak di butuhkan, maka akan turun harganya”
dari prinsip itu saja sudah ketauan kalau di cetak pecahan uang besar maka akan semakin murah harganya karena uang yang di butuhkan cuma sedikit.
pikir dong pikir….. apa orang BI mikir kesana apa nggak ????
dari segi asal mata uang itu sendiri ada suatu kaidah yang baku di tiap negara, yaitu : ” uang yang di cetak sebanding dengan emas yang di simpan di bank pusat” pertanyaannya adalah ketika dibuat uang itu sudah di hitung tidak berapa jumlah uang yang beredar dengan uang yang baru di cetak dengan emas yang di simpan di bank pusat yang seharusnya di simpan di Bank indonesia???????