Dampak kematian Mantan perdana mentri Pakistan Benazir Bgutto

Untuk Jamin Keselamatan Tokoh Politik
BEGITU mendengar mantan Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhutto tewas, SBY memanggil Menlu Hassan Wirajuda dan mengontak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Pakistan. Menlu datang pukul 22.15 WIB. Agenda SBY untuk bertemu dengan panglima TNI dan calon KSAD tertunda karena mengadakan pembicaraan tertutup dengan Hassan. SBY mengutuk pengeboman tersebut. ’’Presiden sangat prihatin atas kejadian itu,’’ ujar Juru Bicara SBY Andi Mallarangeng di Istana Negara tadi malam (27/12).Presiden juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Bhutto yang mengalami musibah. ’’Presiden dan Menlu merumuskan sikap terbaik yang akan diambil pemerintah Indonesia terhadap kejadian itu,’’ katanya. Menurut Andi, SBY yakin bahwa kejadian di Pakistan tidak akan terjadi di Indonesia. ’’Sampai sekarang, kondisi demokrasi di Indonesia lebih baik. Kemungkinan akan terjadi peristiwa seperti itu tidak ada,’’ kata alumnus Fisipol UGM itu.

Setelah pertemuan, SBY juga memberikan instruksi resmi kepada Kapolri untuk menjamin keselamatan tokoh politik Indonesia, baik di level nasional maupun daerah. Apalagi menghadapi pemilu yang sebentar lagi terjadi di Indonesia. Pemerintah Indonesia meminta semua pihak di Pakistan menghormati demokrasi. ’’Kami berharap, situasi segera teratasi. Karena ada tuduhan dilakukan orang (Presiden Pervez) Musharaf, SBY juga meminta agar itu tidak menimbulkan perpecahan di Pakistan.’’(tom/roy/jpnn)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s