Bencana alam dan kesadaran

Bencana alam global memang sudah lama terjadi, dan memang dari jaman dulu bencana alam sudah terjadi namun tidak separah akhir akhir ini. Musim yang tidak stabil mengakibatkan seringnya terjadi bancir sehingga terjadi dampak negatif lainnya seperti longsor dan terrendamnya pemukiman, pertanian dan perikanan penduduk. Tahun 2005 sampai sekarang adalah jadwal bencana alam terparah di Indonesia mulai dari gunung meletus, banjir, tanah longsong dan luapan air sungai, kalo kita perhatikan masa tahun 1980 an tidak lah sedemikian genjacarnya bencana alam terjadi bahkan suasana yang nyaman dan ketenangan masih bias di rasakan bahkan oleh petani yang ada di pelosok desa.

Setelah begitu banyak bencana maka raknya ramai ramai meminta bantuan kepada pementiah mulai dari tenda pengungsian, makanan dan obat obatan bahkan mengganti kerugian rumah mereka- ya walalu tidak seperti semula namun layak huni; permitaan ini memang wajar dan wajib jikalau hal demikian terjadi. Tapi kita harus melihat factor apa yang menyebabkan semua ini. Apakah alam mempunyai jadwal untuk menghancurkan manusia? Apakah alam serta merta mengalami perubahan bentuk ? jikalau pun ada maka itu hanya ada dalam jangka hitungan ratusan tahun. Nah bencana yang kita alami sekarang dalam hitungan hari ( hari ke hari ) belum selesai masalah yang baru sudah datang lagi. Indoneisa itu lah sebutan sekalian nama dari Negara yang terdiri dari 5 pulau besar dan ada ratusa rebu pulau kecil lainya sangat kaya akan kepulauan dan hasil alam. Fakta sekarang bahwa kita adalah Negara yang miskin “ secara SDM” makanya kita menjadi miskin secara ekonomi, berterimakasih lah berada di Negara yang indah dan kaya ini semua yang kita butuhkan ada didalamnya kita hanya mengolah saja semua persedian telah ada sampai generasi kegenerasi, namun apa yang membuatnya menjadi tiada adalah keserakahan, kemalasan. Factor bangsa kita menjadi terbelakang:

  1. Malas
  2. Serakah
  3. Sukuisme, rasisme, dan agama ( menganggap agama lain selalu salah )

 Factor paling besar mengakibatkan bangsa ini penuh dengan bencana alam dan kemiskinan adalah factor kemalasan dan keserakahan, akan sangat sulit sekali mengatur satu Negara yang penduduknya berisi orang orang malas dan serakah, semua bersifat egois dan menganggap diri selalu lebih hebat, ya itu lah mayoritas dari penduduk kita ini. Jangan lihat orang lain lihat diri kita masing masing. Contohnya ; bencana tanah longsong mengakibatkan tanah longsor sehingga sebagian jalan raya menjadi ambruk, dan jalan kedua kecamatan atau jalur utama terputus biasanya penduduk setempat hanya akan berkomentar lambatnya bantuan dari pemerintah tampa berbuat apa apa, akhirnya pemeintah juga yang salah, nah ini kan kemalasan,. Jangan kita lihat contoh ini mari kita perhatikan yang kecil saja: sampah di depan rumah saja tidak di bersihkan, sampah di buang kesembarang tempat, di kali yang merupakan saluran air. Hujan turun maka air meluap datang lah banjir, tunggu pemerintah. 

Factor kedua, keserakahan: hampir sebahagian penduduk kita sudah mengenal ini dari lingkungan dan anak anak mulai melihat hal ini adalah hal yang wajar dan ter terima di masyarakat. Sehingga sampai menjadi pejabat juga hal itu masih melekat, hingga terjadi praktek korupsi menjalar di hampir seluruh system pemerintahan milihat hal ini terjadi maka kita rakyat biasa berteriak teriak adil korupsi, brantas korupsi. Kalo mau Negara ini bebas dari korupsi mulai lah dari diri anda dan saya, ajarkan anak kita menjadi orang yang berjiwa social dan bertangung jawab berikan contoh yang baik. Kita bisa lihat setidaknya dalam 30 tahun kedan Negara kita akan menjadi Negara yang benar benar kaya jikalau kemalasan dan keserakahan serta rasisme itu sudah disingkirkan.

2 thoughts on “Bencana alam dan kesadaran

  1. Benar sekali pak…
    tiga masalah besar yang dihadapi bangsa ini seperti yang bapak bilang malas, serakah dan cenderung egosentris dalam memandang diri sendiri.
    Soal vonis sesat terhadap pandangan lain dalam satu agama itu juga menyesatkan. Katanya kita demokratis tapi kita selalu memvonis orang lain salah. Pandai menuding. Menjadikan orang lain kambing hitam. Padahal kambing hitam enak kalo di sate atau digulai. Hanya itu yang bisa kita lakukan… Gimana bangsa ini mau maju…
    Salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s