Apakah kehidupan anda sudah di takdirkan?

Takdir didefenisikan sebagai satu ketetapan baik itu berupa kebaikan atau keburukan semua telah dituliskan dan akan dijalani dan semua telah terjadwal, darimana dan siapa yang telah menetapkan takdir? Allah, Tuhan, Dewa ( ketiga ini adalah sebutan atau pangilan dasar bagai kepercayaan agama masing masing terhadap kepercayan yang telah menciptakan langit,bumi dan manusia) yang menetapkan takdir. Ketika tetangga anda meninggal dunia dalam usia muda maka dalam pembicaraan kebayakan orang mengatakan “Dia sudah ditakdirkan mati muda” padahal dia pemuda yang baik, cakep dan selalu baik terhadap orang lain.

Ya kira kira ini lah yang sering anda dan saya dengar atau mungkin salah satu orang yang pernah mengatakan bahawa  “ Dia kan sudah di takdirkan menjadi orang kaya!, menjadi orang terkenal atau banyak lagi diawali dengan kata ditakdirkan” sungguh mengenaskan jika kita mengatakan bahwa seseorang telah ditakdirkan menjadi orang miskin, ditakdirkan menjadi pembantu, ditakdirkan meninggal ditabrak mobil, ini hanya sebagaian yang sering orang orang bicarakan tentang takdir. Kembali keawal siapakah yang menetapkan tadir bukan kah Allah? Bukan kah allah terlalu kejam jika memang semua kehidupan telah ditakdirkan. Apakah seorang presiden atau anggota dewan yang menjabat telah ditakdirkan juga? Apakah dia ditakdirkan untuk melakukan korupsi juga? Jikalau kehidupan telah ditakdirkan  berarti tidak ada yang boleh kita salahkan dengan kelakukan seseorang karena bisa saja itu dikatakan takdir! Atau apakah ada batasan takdir? Kalo ada sejauh apa? Dapatkah kita hanya mengelompokkan satu kebaikkan telah ditakdirkan atau hanya kepada keburukan? Banyak pertanyaan yang saya ajukan anda harus memikirkannya. Dan saya tidak akan menjawab semuanya dan coba anda pikirkan. Saya akan memberikan contoh. Jika seseorang telah ditakdirkan seandaikan dia sakit kenapa kita harus membawanya kerumah sakit atau merawatnya dan mengeluarkan uang untuk membayar semua biayaya pengobatan bukan kah dirawat atau tidak hasilnya juga sama saja karena dia telah diteapkan untuk sembuh atau malah sebaliknya. Atau buat apa anda capek capek mencari kerja, buat apa anda berusaha belajar di perguruan tinggi berusaha menyelesaikan semua mata kuliah dan mencari pekerjaan atau membuat usaha sendiri jikalau anda telah ditakdirkan menjadi orang miskin, tidakkah sebaiknya membirakan semua berlalu karena semua telah ditakdrikan. Namun dari pengamatan  saya segala sesuatu adalah perjuangan dan usaha, kemauan dan niat yang tulus. Jika anda mulai berpikir untuk menjadi seorang tukang kebun dan mulai menanam bunga, rumput hijau dan  orang melihat kalau hasil tangan anda indah sehinga orang menjadi tertarik untuk membeli beberapa bunga hasil tanaman anda sehingga menjadi terus berkembang dan menjadi satu usaha yang menghasilkan. Apakah itu bisa dikatakan karena anda telah ditakdirkan menjadi orang kaya dari berkebun. Apakah orang akan tertarik akan bunga yang layu dan tidak terawat apakah bunga akan tumbuh jika tidak di siram dalam arti kata anda berpasrah pada nasip atau takdir tidak akan ada yang merasa kasihan kepada anda untuk membeli hasil tangan anda. Jadi jangan selalu bersembunyi dibalik takdir atau nasip jikalu anda belum behasil dalam usaha atau pendidikan anda. Tidak ada juga takdir yang membuat anda menjadi kaya, atau miskin, tidak ada takdir membuat anda mati muda. Jangan mempersalahkan Allah ( TUHAN ) dengan menggunakan kata takdir “ seolah olah kita mengatakan yahh “ mau apalagi wong saya sudah di takdirkan begini mau apalagi..” orang tua manusia saja tidak ingin anaknya menderita apalagi dengan Allah, apakah orang tua anda ingin anda menjadi miskin untuk belajar kemiskinan, atau menjadi kaya dari hasil korupsi karena tealah di takdirkan/. Anda jawab sendiri

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s