kampus dan pendidikan untuk siapa?

kampus sering sekali dikaitkan dengan pendidikan, ya namanya juga kampus, tempat untuk belajar sama halnya dengan gedung sekolah tempat orang untuk mencari ilmu dan mendapatkan pengetahuan yang katanya adalah untuk masa depan. tidak terbayang sebelumnya jikalau saya akan menjadi seorang dosen. Hamdani sembiring itu nama ayah saya adalah seorang guru SD di kecamatan tahan pinem, dan ibu saya Ratna br Pinem adalah seorang lurah yang sudah menjabat selamat 15 tahun lebih.

ibu dan ayah saya bukan lah orang yang mengeyam pendidikan tinggi namun mereka pantas untuk mendapat gelar master politik untuk ibu dan master ekonomi untuk ayah saya, walalu pun ayah pada dasarnya adalah seorang guru dan tidak pernah memasuki pendidikan tinggi atau yang kita sering sebut kampus namun beliau mampu untuk membuat usaha untuk membantu seluruh masyarakat setempat menjadi petani yang berhasil, jenis tanaman yang cocok dan pemilihan lokasi untuk berbagai jenis tanaman telah ia kuasai, menghimbau untuk menganti tanaman tua yang tidak produktif menjadi tanaman baru yang lebih dibutuhkan semua kegiatan pertanian seolah telah ditetapkan oleh ayah secara lisan masyarakat menjadi percaya kearena ide ide yang cemerlang membuat 80% petani mendapat keuntungan maksimum, seluruh hasil tani juga di simpan dalam gudang besar jikalu harga belum sesuai dan akan dipasarkan jikalu harga sudah pantas semua pasar telah di prediksi oleh ayah saya, ayah juga menjadi salah satu pemain besar dalam pasar pedagangan hasil tani truk truk besar di gunakan untuk mengankut hasil rakyat penjualan yang transparan membuat rakyat merasa percaya sepenuhnya walalu ada saingan datang dari luar daerah namun kepercayan telah tertanam, sama halnya dengan ibu dapat menjabat sebagai lurah tampa ada persaingan menang mutlak setiap akhir masa jabatan; hal ini disebabkan karena bahasa dan tatakrama serta pandangan jauh kedepan memberikan informasi kepada seluruh warga sehingga lebih berwawasan nasional. darimana semua hal ini mereka dapatkan padahal tidak mendapatkan pendidikan tinggi, ya dari lingkungan dan kebutuhan masyarakat mereka belajar untuk merubah menjadi lebih baik beradaptasi dan terus meperbaharui ketingalan lingkungan ” ini hanya sebuah contoh” ya contoh dari orang yang saya kenal dekat. sekarang ini banyak sekali perguruan tinggi di negara kita ini semua memberikan promosi dan iklan yang melebih lebihkan dari keyataan yang ada, kampus menjadi sarana untuk berbisnis bukan untuk mendidik; kampus didirikan sehingga anak anak anda mendaftar, anak anak belajar, dan belajar semua memiliki cita cita untuk masa depan namun di kampus hanya mengajarkan teori-teori yang telah di bukukan dari berbagai pengalaman atau pendapat dari ahli ahli dosen dan guru mengajarkan hal yang sama; namun tampa perlu mengerti apakah hal itu masih berlaku atau sudah ketingalan jaman, dosen juga hanya menjadi pembaca dan perantara ilmu. kebanyakan dosen hanya belajar sampai jenjang tingkat pendidikan yang paling tinggi karena tidak ada S4 maka orang tidak menempuh pendidikan itu jika ada S11 maka banyak juga akan mengambil gelar itu, tapi hanya sebatas teori, banyak lulusan hanya memiliki bekal teori, sehingga setelah tamat sulit mendapatkan pekerjaan, sebenarnya siapa yang dapat di salahkan ? apakah dosennya atau muridnya? semua mendapat bagian yang sama dalam hal ini. namun yang utama adalah mahasiswa yang harus bersikap mandiri, menggali, memperhatikan, dan menciptakan.  menunggu maka tidak akan ada hal baru yang bisa didapatkan hanya sebatas teori, memang teroi akan bermanfaat jika diaplikasikan namun teori hanya akan bertahan untuk waktu sesaat karena waktu dapat merubah semua pandangan yang baru menjadi lama dan usang. apa yang bisa anda dan saya lakukan adalah melihat lingkungan dan mempelajari kebutuhan yang ada, mencari kebutuhan yang harus dipenuhi dan mempraktekannya terus dan terus sampai semua dapat berjalan dilingkungan anda karena sesuatu itu indah dan baik karena kebiasaan yang terus di ulang dan dilakukan. apakah anda dapat menyetir mobil hanya dengan mengetahui cara mengijak rem, menaikan gigi, memutar stir secara teori tampa mempelajarinya. atau belajar secara teori membawa sepeda tampa mempreaktekkannya? semua tampaknya mustahil untuk dilakukan. nah sekarang pelajari semua dalam praktek, pandangan yang serupa juga akan terjadi, misalkan sekarang anda telah mengetahui dan mahir dalam mengendarai mobil dan membukukannya dalam teori, apakah mobil yang anda pakai sekarang ini akan sama dengan mobil 10 tahun kemudian? kemungkinan besar sudah berbeda dalam segi CC kecepatan yang dapat dilampaui, jarak tempuh perjam, berapakali anda harus mengisi bahan bakar, bagaimana anda menganti oli semua dapat berubah dan teori anda menjadi usang. jadi anda dapat berpikir untuk maju hanya dengan mempelajari secara langsung. thk  

Iklan

2 thoughts on “kampus dan pendidikan untuk siapa?

  1. sekolah n kampus memang tempat menggali ilmu dan melek teknologi. tapiiiiii………bukan tempat bagaimana menghadapi kehidupan. gak siajari untuk survive. mau tau tempat belajar untuk bikin orang sukses?jawabannya cuma di UNIVERSITAS KEHIDUPAN, terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar dan terus belajar dan membagikannya dengan orang lain.
    salam

    ya tuh kalo ada universitas kehidupan kira kira berapa sks yang harus di tempuh ya?

  2. itu tergantung seberapa besar kemampuan kita survive.makin tertantang kita terhadap suatu permasalahan sks yg diambil makin banyak toh?(serius kali ak ni bah).
    pak Sembiring pernah ngajar kelas rendah gak?
    disana ada banyak permasalahan yang asik. klo ngajar anak kuliahan hampir gak perlu keterampilan mengelola kesabaran. tinggal ngajar. mau ngerti apa kagak terserah lu.
    lu yang mau lu2s. coba pak sekali-sekali ngajar anak SD. hehehe
    saya setuju dengan anda…..yang perlu diberi penghargaan itu bukan dosen tapi guru SD. apa sebab?coba aja bayangin
    sebelum ngajar si guru harus mengatur hub yg baik dengan murid. mengatur kesabaran dan emosi. baru masuklah materi. gak bisa tuh. cuma ngajar bla…bla..bla….trus anak gak ngerti. si guru cuek. udah gitu bayaran jg gak segede dosen. 🙂
    belom lg klo ada ortu yang gak mau tau tentang perkembangan anaknya. tugas guru SD makin berat.
    baru sekarang aja ada sertifikasi yang gajinya jadi lumayan.

    Guru SD memang banyak tantangan, belum ngatur anak anak murid mereka diam, suruh murid mereka buka halaman sekian dan bab sekian, ada murid yang bermasalah dengan temannya sehingga gak mau belajar ada yang tidak mau diatur karena di rumah suka dimanja.. sulit memang menjadi guru SD; makanya salut dengan guru SD, selain ilmu dasar ,mereka juga harus memiliki kesabaran yang tinggi, penuh perhatian. buat guru SD salam hangat dari saya heheheh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s