Final Bola Diusir dari Senayan

Akibat Tewasnya Suporter Persija
JAKARTA (BP) – Otoritas keamanan tidak ingin lagi keributan sepak bola merusak ibu kota. Karena itu, Polda Metro Jaya mencabut izin laga final Liga Indonesia (Ligina) XIII yang sedianya digelar hari ini di Stadion Utama Gelora Bung Karno.Izin tersebut dicabut menyusul jatuhnya korban tewas Fathul Mulyadin dalam pertandingan semifinal Rabu lalu (6/2). Fathul adalah pendukung Pesija yang meninggal secara mengenaskan dan diduga akibat perkelahian antarsuporter.


“Kemarin (maksudnya, 6/2) terdapat kerusuhan dan mengakibatkan salah seorang suporter meninggal. Dengan alasan itu, kami tidak memperkenankan final di Jakarta,’’ kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Adang Firman kemarin  (8/2).
Karena itu, partai puncak yang mempertemukan PSMS Medan dan Sriwijaya FC bakal digelar di Bandung. Tepatnya di Stadion Jalak Harupat, Soreang, Bandung. Konsekuensi dari penundaan itu, partai final pun harus ditunda sehari.
Pengusiran tersebut menunjukkan pentas sepak bola Indonesia semakin ‘’menakutkan’’. Dalam babak delapan besar saja, terjadi beberapa kali kerusuhan yang menjadi noda sepak bola nasional. Misalnya, saat pertandingan Arema Malang melawan Persiwa Wamena di Stadion Brawijaya, Kediri pada 16 Januari lalu. Suporter berbaju Aremania mengamuk karena kecewa kepada wasit. Hakim garis dipukul dan gawang stadion dibakar.
Lantas, saat Persija Jakarta melawan Persik Kediri di Solo, 17 Januari 2008, terjadi perkelahian antarpemain yang sangat memalukan. Lantas, dalam semifinal 6 Feberuari lalu, terjadi perkelahian antarsuporter Persija dan Peripura. Perisitiwa itu terjadi gara-gara mereka saling ejek. Sekitar stadion saat itu sangat mencekam, penuh dengan lemparan benda serta kekerasan fisik. Di situlah seorang pendukung Persija Jakarta tewas menyedihkan.
Kematian suporter Jakmania itu dikhawatirkan membuat psikologi massa suporter Jakarta sedang tidak bagus.
”Hasil koordinasi kami dengan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya bahwa situasi masih berkabung. Mereka meminta kami tidak melaksanakan final di Jakarta. Kami harus respek dengan situasi ini,’’ kata Sekjen PSSI Nugraha Besoes. Berita terkait di Goool, halaman 12.

kutipan dari batam pos: http://batampos.co.id/Final-Bola-Diusir-dari-Senayan.html

2 thoughts on “Final Bola Diusir dari Senayan

  1. aku juga menulis topik serupa : Viva PSMS Medan, Mampuslah Sriwijaya FC
    ———————————
    akhirnya SFC kan yg bikin keok ayam kinantan , so jangan se sumbar dulu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s