Perang tarif pelanggan berpikir.

Kebijakan pemerintah yang pro-persaingan membuat perang jor-joran harga meningkat. Lihatlah semua pemain, mereka selalu mengeluarkan kreasi barunya hampir bisa dihitung dalam bilangan hari. Hal ini sangat terasa terutama dalam kategori bisnis telekomunikasi yang termasuk dalam kelas rona yang tinggi. Hampir setiap hari kita melihat spanduk dan billboard besar-besaran tentang harga baru. Bahkan, tidak jarang iklan mereka lebih terbuka menyerang pesaingnya. Paling tidak saling mengejek, begitulah ….!


Menanggapi inovasi dalam perang harga ini, tentu saja masyarakat konsumen yang paling bergairah memberikan perhatiannya. Namun, puaskah dan senangkah mereka? Rasanya tidak juga. Mengapa? Di balik murahnya harga, sebenarnya pemakai makin dipusingkan. Sebab, pemakai sekarang harus pandai menganalisa harga yang ditawarkan. Ia harus menghitung bagaimana caranya untuk benar-benar bisa menikmati biaya pemakaian telepon yang murah! Murah tapi rumit! Cobalah lihat, manakah harga yang mudah dipahami dan konsisten? Syarat ini dan itu diberlakukan.Tidak jarang harga dikomunikasikan setengah hati.
Informasi tidak disajikan dalam bentuk yang mudah dimengerti, kecuali untuk membandingkan dengan harga pesaing. Inipun tidak tuntas dan terkesan ditutupi. ”Bebas di menit pertama, tapi setelah itu” … dan kapan murah dan kapan mahal. Tampaknya konsumen harus memanfaatkan kalkulatornya. Belum lagi kadang di awal kelihatan murah, tapi kemudian disusul dengan jeratan halus seperti pemaksaan pemakaian ring tone atau nada sambung berharga mahal yang sulit dihindari. Karena itu, konsumen harus waspada! Memang secara menyeluruh kita harus mengakui bahwa harga makin murah, tetapi strategi mengulur waktu, memanfaatkan kesulitan penghitungan tarif murah membuat penurunan harga cukup membingungkan. Pasar yang sekarang sudah menjadi moving target menjadi semakin bingung memilih.
Dari sisi pemasar, saya kira perang itu menjadi semacam perang setengah frontal. Sisakan sesuatu untuk bernapas! Jurus yang dipakai adalah ”jangan keluarkan semua senjata sekaligus!” Karena itu, promosi berbataskan waktu menambah ruwetnya bagi kerja ingatan kita…
Di tengah kerumunan masyarakat pemakai yang cenderung makin malas berpikir dan kesulitan mengikuti perubahan yang tidak mudah dipahami, tidaklah aneh jika kita mendengar ungkapan-ungkapan seperti ini.  ”Ya sudahlah, pokoknya katanya murah (sementara itu mereka tetap pindah-pindah ke pemain yang lain).” ”Wah ngapain pusing-pusing, emangnya saya kekurangan pekerjaan.” ”Aku sih inginnya yang pasti aja, yang jelas – kan kalau jelas itu berarti bagiku mudah untuk mengambil sikap.” ”Akh aku perlu beli handphone yang canggih nih, yang bisa mengingatkan kapan musti berhenti ngomong.” ”Wah aku musti hitung rata-rata dong! (mudah-mudahan kemampuan statistikku bertambah!)” ”Aduh berapa rata-rata per hari, soalnya kan tidak selalu sama jumlah SMS yang dikirim.” ”Mau komplain bagaimana, emangnya aku catat berapa kali pakai SMS hari ini?” dsb…… dsb.
Nah dengan komentar pasar yang pusing seperti ini, kita tahu apa dampak bagi upaya pemasaran kita, bukan? Jelas pasar tidak suka dipusingkan…..!
Jadi apa pesan sukses pemasar masa kini? Awas, jangan dikira menipu dengan menerapkan kebijakan harga yang tidak konsisten, pasar makin lama makin pandai dan dapat melihat mana yang jelas! Harga tidak jelas tidak akan bertahan lama.
Karena itu, komunikasikan harga secara tepat, lugas, jujur kepada konsumen. Buatlah konsumen percaya dan berpegang dalam jangka panjang kepada Anda. Selamat merayakan tahun baru Imlek, Gong Xi Fa Cai.

kutipan ini di ambil dari: http://batampos.co.id/Pemakai-Telepon-Dipaksa-Berpikir.html

di tulis oleh : pak Rigiinoto wijaya rekan dosen di UIB beliau merupakan pakar marketing batam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s