Cita-cita dari Tepi Danau Toba

KOMPAS. Oleh: Ninok Leksono dan Dudy Sudibyo

Lazimnya, bicara soal pendidikan teknik informatika yang masih sering dicitrakan sebagai salah satu representasi teknologi canggih umum dilakukan oleh anak-anak muda di kota-kota besar, dan juga mungkin lebih banyak di Jawa.

Namun, yang terjadi pada mahasiswa Politeknik Informatika (PI) Del termasuk tidak biasa karena mereka bicara tentang teknologi maju ini di kota kecil Sitoluama Laguboti, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.

Mahasiswa politeknik ini boleh jadi mendapatkan privilese untuk belajar di kampus seluas tujuh hektar yang tenang di tepi Danau Toba yang permai. Di tempat yang sedikit terisolasi ini, mahasiswa PI Del yang berdiri tahun 2001 itu bisa berkonsentrasi untuk mempelajari bidang studi mereka karena mereka tinggal di asrama, tak perlu harus bermacet-macet seperti halnya di kota-kota besar di Pulau Jawa.

Bahwa ada kampus dan lembaga pendidikan seperti itu di tepian Danau Toba pastilah ada visi kuat yang melatarbelakanginya. Ketua Dewan Pembina Yayasan Del Jenderal (Purn) Luhut B Panjaitan MPA menulis bahwa PI Del dibangun dengan tujuan mendidik dan menghasilkan sumber daya manusia (SDM) dengan kemampuan unggul di bidang teknologi informatika (TI) yang mampu berkompetisi secara nasional maupun internasional.

Kegundahan

PI Del tampaknya ingin menjawab kegundahan yang makin meluas bahwa antara negara maju dan negara berkembang menganga jurang digital (digital divide) yang makin lebar. Lebih buruk dari itu, seperti diyakini Direktur PI Del Prof Ir Saswinadi Sasmojo MSc, PhD, bangsa yang tidak memiliki kemampuan TI akan dijajah.

Dengan mencetak tenaga yang memiliki keterampilan dalam pemrograman komputer (C, Visual Basic, Java, NET), manajemen database (MS Access, SQL, Oracle), desain dan pemrograman web (HTML, JavaScript), PHP, Macromedia Flash, Adobe Photoshop), sistem operasi (MS Windows, Linux), dan manajemen local area network, Indonesia akan mendapat suntikan SDM yang kuat sebagai administratur jaringan, administratur database, dan asisten analis sistem atau programmer.

Tenaga-tenaga dengan kemampuan dasar seperti itulah yang kini secara universal dibutuhkan di berbagai penjuru dunia karena internet sebagai salah satu representasinya menggunakan sebutan www (world wide web) sebagai lambang universalitasnya.

Bahkan, lebih dari sekadar tenaga terampil yang mampu memberikan solusi di bidang TI, lulusan yang dihasilkan juga diharapkan punya sikap memimpin, kreatif, dan berdisiplin tinggi. Melihat secara umum kehidupan di Kampus PI Del, tampaknya berbagai aspek pendidikan yang mengombinasikan profesionalitas teknis dan karakter tadi terasa atmosfernya.

Semua idealisme tadi coba diwujudkan dengan fasilitas pendidikan modern yang ditata apik bersama asrama mahasiswa dan fasilitas olahraga yang sementara bisa menampung 300 mahasiswa.

Dengan itu semua, PI Del mulai menerima mahasiswa, mula-mula 50 orang (2001), lalu 98 (2002), 62 (2003), dan 34 (2004). Dari jumlah itu, angkatan pertama lulus sebanyak 48 orang. Dari jumlah ini, sebagian memilih menjadi karyawan perusahaan dan sebagian memilih melanjutkan studi ke tingkat S1. Untuk yang terakhir ini, misalnya saja Inte Bu’ulolo yang kini melanjutkan ke Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB). Lulusan lain, seperti Nicholas Sihotang yang kini bekerja di sebuah perusahaan di Batam, mengenang interaksi mahasiswa dengan tenaga pengajar yang efektif di kampus. Itu telah membuatnya bisa mempelajari materi studi secara mendalam, baik pada jam belajar maupun pada waktu luang.

Wawasan maju

Sebagai lembaga baru, PI Del tentu saja masih membutuhkan pengakuan lebih luas. Untuk itulah digalang kerja sama strategis dengan sejumlah institusi yang telah dikenal secara internasional dalam bidang teknologi informasi, seperti ITB (antara lain untuk desain kurikulum dan pengawasan kualitas pengajaran), National Institute of Information Technology (NIIT) India (dalam penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan pasar, juga dalam perekrutan dosen asal India), dan Singapore Polytechnic (untuk penilaian penyelenggaraan pendidikan).

Interaksi dengan dunia internasional ini sendiri memang sisi kontras dengan fakta bahwa PI Del ada di Toba Samosir. Mungkin saja dari awalnya Jenderal (Purn) Luhut Panjaitan memberikan perhatian khusus kepada siswa pintar tetapi dengan latar belakang ekonomi kurang mampu asal Sumut, khususnya dari daerah Toba Samosir. Dari sini memang kelihatan benang merah mengapa selain diharapkan menjadi profesional TI, lulusan juga diharapkan memiliki jiwa kepemimpinan. Itu karena alumni juga diharapkan dapat melahirkan entrepreneur baru di bidang TI dan juga inisiator pembangunan di Toba Samosir.

Sementara jalan untuk mewujudkan cita-cita dasar tadi masih membutuhkan upaya keras untuk mewujudkannya, pengasuh PI Del tidak menghentikan langkah. Awal bulan September 2005 ini sesungguhnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan hadir di Kampus PI Del untuk meresmikan lembaga ini. Karena berbagai perkembangan di Tanah Air, kunjungan Presiden ditangguhkan. Namun, acara penerimaan mahasiswa baru dan wisuda tahun 2005 ini dilanjutkan, tanggal 7 September lalu, dihadiri antara lain oleh mantan Wakil Presiden Try Sutrisno.

Keahlian

Kini, impian untuk menyumbangkan keahlian TI bagi masyarakat dan bangsa terus hidup. Tema simposium yang dipilih seiring dengan acara kunjungan Presiden adalah peningkatan tata laksana pemerintahan dengan pemanfaatan TIK (ICT), yang melambangkan keyakinan pengasuh PI Del, bahwa penguasaan teknologi ini bukan saja besar faedahnya bagi pembangunan ekonomi, tetapi juga bisa memperkuat pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, baik pusat maupun daerah.

Selain itu, secara institusional, Yayasan Del juga akan mengembangkan politeknik menjadi institut yang bertumpu pada ide ”mengindustrikan intelegensia”. Prof Saswinadi menjabarkan konsep ini sebagai ikhtiar untuk membangun dinamika baru teknologi dan ekonomi berdasar tiga bidang, yang diyakini memiliki basis kuat di Indonesia. Ketiga bidang itu adalah kriya (kerajinan), manufaktur hasil pertanian, dan turisme.

Untuk mewujudkan cita-cita itu, selain kapital dan pengembangan dukungan internasional, yang tidak kalah pentingnya adalah menempa kerja sama tim agar menjadi sekokoh mungkin. Visi seorang Luhut Panjaitan yang penuh keyakinan dan idealisme harus bisa dioperasionalkan oleh sosok seperti Saswinadi Sasmojo yang cendikia dan kuat dalam administrasi.

One thought on “Cita-cita dari Tepi Danau Toba

  1. Sangat Serius dan Sangat Mendesak:

    Dicari 10-15 Programmer Java dengan berbagai Level Keahlian untuk bekerja di PT Imocha (www.imocha.com.my). Suatu perusahaan Teknologi Informasi Malaysia. Kandidat yang diterima akan bekerja di BOGOR, JAWA BARAT (Tepatnya di Jalan Pajajaran Bogor). Perusahaan Imocha Malaysia membuka cabang unit produknya di BOGOR.

    Tanggung Jawab Umum:

    Koding dalam Java menjadi tugas sehari-hari. Area Pengembangan mencakup Teknologi Cutting-Edge seperti: JEE5, GlassFish, Struts2, Teknologi JAX, Apache Service MIx (ESB) dll.
    Berpartisipasi dalam pendesainan kebutuhan fungsi dan kebutuhan teknis.
    Memberikan ide-ide cemerlang pada tim.
    Dapat bekerja dalam deadline yang ketat namun tetap memelihara kualitas software.

    Tanggung Jawab Programmer Senior (Gaji Rp 6jt+Medical+Jamsostek):
    Memimpin satu atau lebih proyek atau produk pengembangan software.
    Bekerja dengan Manajer Produk untuk memastikan semua keperluan dan persyaratan pengembangan terpenuhi.
    Secara terus menerus melakukan penelitian dan evaluasi terhadap teknologi yang akan membawa perubahan di masa depan pada bidang software.
    Membuat keputusan terbaik dengan pendekatan teknik untuk kebutuhan pelanggan/bisnis dengan mempertimbangkan sisi performa, realibilitas dan skalabilitas.
    Tanggung Jawab Programmer Intermediate (Gaji Rp 4,5jt+Jamsostek+Medical):

    Mengembangkan produk perangkat lunak dengan 1 atau lebih programmer di dalam tim.
    Bisa membuat aplikasi dari scratch atau dari aplikasi yang sudah ada.
    Melakukan diagnosa pada koding dan memberikan bantuan teknis dibidang pemrograman pada tim pendukung pada saat aplikasi harus LIVE.
    Tanggung Jawab Programmer FreshGraduate (Gaji Rp 3jt+Jamsostek+Medical):

    Dengan modal penguasaan OOP, dapat belajar secara cepat dan mandiri mengenai teknologi yang dipakai oleh perusahaan.
    Terus menerus melakukan pembelajaran diri.
    Mengembangkan produk perangkat lunak dengan 1 atau lebih programmer di dalam tim.
    Bisa membuat aplikasi dari scratch atau dari aplikasi yang sudah ada.
    Persyaratan(HARUS):
    Berbakat dan Memiliki hasrat pada dunia pengembangan perangkat lunak
    Fast Learner & Self Starter
    Berpengalamn 3-4 tahun dalam pengkodean Java berskala enterprises (posisi senior programmer).
    Memahami framework J2EE (khususnya Struts 2), layar persistence (JPA/Hibernate), teknologi SOAP, webservice, GlassFish dan MAVEN.
    Bisa berbahasa Inggris minimal pasif.
    Nilai Tambah:

    Memahami teknologi cutting-edge seperti : JEE5, EJB3, Apache CXF, Service Mix dan Spring.
    Paham Oracle.

    Peserta yang berminat harap mengirimkan CV via email ke: andriyana.the.mefax@gmail.com sebelum tanggal 13 Maret. Peserta bersedia bekerja di Bogor!!!! atau kontak HP: Andriyana 0859 2052 1972

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s