kenapa islam sering di sebut sebagai teroris ?

ini hanya sebuah pertanyaan dari saya untuk anda yang mengerti jawabannya. tidak semua islam masuk dalam kelompok radikal banyak para sesepuh islam lebih memilih untuk bersikap damai dan memberi contoh yang baik kepada lingkungan . Sebagian islam yang memiliki pandangan yang keliru masalah keimanan, sehingga dalam tubuh islam pun sering muncul yang disebut sebagai jaringan jaringan baru atau agama sesat menurut islam itu sendiri yang masih berada dibawah Alquran. islam yang ramah lebih diterima dari pada islam yang marah. ” saya bukan islam tapi saya mempunyai teman dekat yang beragama islam, mereka adalah islam yang ramah saya di terima dengan baik”. nah ini memberikan pandangan kepada saya bawha islam yang ramah itu lebih menyenangkan. di singapura banyak melayu islam yang telah membangun negara itu menjadi negara yang makmur, banyak sekali permasalahan dan tantangan hidup mereka telah sama sama pecahkan bersama dengan kelompok etnis yang lain mereka disebut sebagai islam yang berpandangan jernih. tapi kenapa sering sekali islam disebut sebagai bagian dari teroris?. bukan kah ini akan menghilangkan peranan baik dari islam yang ramah.

maaf tidak ada unsur sara 🙂

Iklan

25 thoughts on “kenapa islam sering di sebut sebagai teroris ?

  1. Sebutan atas ‘sesuatu’ adalah berasal dari kesepakatan-kesepakatan sekolompok manusia. Seperti tentang sebutan pahlawan, santo, yang mulia, teroris, musuh bersama dlsbnya. Kesepakatan itu tercapai karena berasal dari pemahaman yang sama. Ketika pemahaman berbeda .. maka sebuatan atas ‘sesuatu’ itu juga menjadi perdebatan.

    Saya juga ikut prihatin dengan sebutan-sebutan tersebut. Tapi saya pikir .. adalah hak setiap orang untuk memberikan label pada ‘sesuatu’ itu. Apapun. Tidak hanya tentang agama. Hanya saja .. ketika per-label-an itu dilakukan, apakah telah dilakukan dengan baik? maksudnya telah dilakukan kajian-kajian yang menyeluruh??

    Seperti pemberian gelar pahlawan. Ada yang menganggap seseorang itu pahlawan. Tapi ada sebagian yang menganggap orang itu penjahat. Kembali pada ‘kepentingan’ si pemberi ‘label’ .. buat yang tidak memiliki kepentingan apapun, mungkin sebutan-sebutan apapun tidak begitu berpengaruh.

    Biasanya penyebutan-penyebutan itu sebagai senjata – biasanya dalam dunia politik – untuk menjatuhkan lawan. Sebaik apapun perbuatan lawan politik, tetap saja terdapat cacat dimatanya. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Yang bisa dilakukan adalah menambah susu sebanyak-banyaknya agar nila itu hilang.

    Artinya .. yang terkena stigma itu, harus membuat perbuatan baik terus menerus untuk membuktikan bahwa sebutan itu tidak benar. Dan kita harus hargai perbuatan baik seperti hal nya jika kita ingin dihargai orang.

  2. termiakasih mas atas keterangannya, memang benar kadang label pahlawan diberikan kepada orang yang diangap pejahat oleh orang lain dan tergantung kedapa si pemberi. walau sipemberi sering memiliki wewenang yang besar.
    thk

  3. semoga ke depannya banyak yang menyadari , bahwa agama bukanlah pembenaran untuk melakukan sesuatu yang jahat , ke depan juga banyak umat muslim yang sadar , bahwa mereka adalah rahmat bagi seluruh alam bukan teroris untuk semua alam
    itu saja

  4. saya rasa(tm) sebutan teroris yang dicapkan ke islam tersebut hanya sebagai bagian dari upaya bangsa tertentu untuk menjatuhkan citra islam. tidak bisa dipungkiri ada orang islam yang berbuat melebihi batas dan membenarkan segala cara, namun tidak bisa dijadikan alat generalisasi. satu orang islam melakukan bom bunuh diri apakah bisa dijadikan pijakan untuk menilai semua orang islam adalah teroris? tapi di sisi lain, sang pemberi cap teroris sendiri melakukan kejahatan yang lebih keji dari sekedar teror! tapi ia selalu menggunakan alasan: membela diri!

    maaf, di sini saya tidak mau memperkeruh suasana dengan mengeluarkan dalil agama seperti yang seorang dosen kondang dari jakarta lakukan, karena hal tersebut hanya akan membuat diskusi menjadi sangat memuakkan

    untuk bung satya, salam kenal dari saya

    salam kenal juga pak, makanya saya bertanya kepada yang lebih paham dari segi pikiran mereka bukan pikiran saya. dah hal agama memang tidak baik di permasalahkan di sini; tujuan saya adalah memjernihkan pandangan orang yang selalu berkata seperti itu. salam kenal pak

  5. Mengapa Islam sering disebut Teroris?
    Guwe juga bingung nyang sering nyebut teroris siapa ye….?

    Kalau Imam samudra dan Amrozi yang membom di Bali, tentu ia teroris…..
    Kalau Israel yang membunuh lebih dari 100 orang Palestina termasuk anak-anak bayi teroris juga nggak ya….? bukan kali ye…soalnya ISRAEL bukan negara Islam

    Kalau Iran yang memiliki Nuklir…teroris gak Ye….? iYalah karena IRAN NEGARA ISLAM
    Lalu Amerika, Rusia, Inggris, India, Perancis , Pakistan dan Cina yang sudah menguji coba Nuklir teroris gak yah…? ya ..enggaklah kan cuman Pakistan yang Islam

    kalau pejuang Iraq yang ingin mengusir Penjajah Amerika dari negerinya Teroris nggak ya? Iyalah … Teroris …tiap hari membunuh tentara Amerika dan mata-mata Amerika

    Lha kalau Tentare Belande dulu……kita bom pakai bom bunuh diri….teroris gak yah…..? Ya….teroris dan ekstrimislah

    Ya…demikianlah dunia…siapa yang menguasai “corong” maka merekalah yang bisa ngomong dan berbicara sesukanya…..

    Cukup sekian dari saya, mohon pembelajarannya jika ada yang salah.

    __salam pak Setya—

  6. masuk akal masukkan @ Daeng Limpog
    dari kesimpulannya sementara ibartnya
    siapa yang menguasai “corong” maka merekalah yang bisa ngomong dan berbicara sesukanya – gitu kan pak?.

    salam juga pak- Limpo

  7. teroris itu sebutan yang subyektif. Saya kira serupa dengan anggapan “siap itu Pangeran Diponegoro”…Bagi Belanda, beliau seorang ekstrimis, tapi bagi wong cilik, beliau adalah pahlawan…Saya pikir, Mr. Sembiring adalah orang terpelajar, jadi dikritisi saja…dalam agama kami ada perintah, kira-kira seperti ini bunyinya: “jika datang berita kepadamu, maka periksalah (kaji)”….selamat menikmati dunia politik….

  8. Sekarang kita balik pertanyaanya : siapa yang mencap islam teroris? apa penyebabnya?

    saya ingin bertanya: siapa yang setuju perang israel dan palestina itu perang agama? silahkan angkat tangan!!!! kenapa anda berpendapat demikian?

    sama seperti indonesia, penduduk israel dan palestina terdiri dari berbagai agama. terutama israel yang sebagian besar penduduknya beragama yahudi, (bukan kristen loh). disini terjadi kesalahan persepsi. perang timur tengah itu gak beda dengan perang sipil di korea. itu adalah perang sipil antar negara, bukan perang agama.

    kembali ke definisi teroris, apa itu teroris? menurut wiipedia ; Terorisme; serangan-serangan terkoordinasi untuk menciptakan teror.

    pernyataan sdr daeng : kalau pejuang Iraq yang ingin mengusir Penjajah Amerika dari negerinya Teroris nggak ya? Iyalah … Teroris …tiap hari membunuh tentara Amerika dan mata-mata Amerika

    yang menjadi teroris bukan iraq, tetapi sebuah kelompok tertentu yang menimbulkan teror dan rasa takut, bukan karena membunuh tentara amerika, tetapi karena meneror rakyat iraq untuk mempertahankan rezim kekuasaan oknum tertentu. dengan mengatakan iraq adalah teroris merupakan generalisasi yang salah. mungkin jika dikatakan “pemerintahan iraq pada zaman xxxx adalah teroris”.

    masalah politik seperti itu jauh lebih kompleks dari yang kita kira.

    masalah imam samudera yang membawa nama agama tertentu, dengan dalih jihad agar perbuatannya dapat dibenarkan. saya yakin bahwa agama yang dibawa oleh imam samudera TIDAK MENGAJARKAN untuk membunuh, karena semua agama dasarnya adalah baik.

    terkadang, membawa nama suatu agama adalah sebuah PEMBELAAN DIRI dari mereka untuk melakukan SUATU YANG SALAH. dan orang – orang seperi inilah yang sering menyebabkan ternodanya suatu agama. mereka menjadi batu sandungan. kesalahan pribadi dilempar kepada agama??? jelas ini adalah masalah ideologi, bukan iman.

    buat kita, lebih baik jangan terpancing, jangan membuat sebuah statement yang belum pasti kebenarannya, apalagi memprovokasi yang menjurus perpecahan. masalah perang siapa dengan siapa, siapa bunuh siapa, tidak berkaitan dengan agama. berpikiran terbuka, dan mau saling menerima perbedaan akan membuat hidup kita lebih baik.

    Tuhan berkati

  9. btw, mau donk klo berkunjung dapet kelapa muda

    biasanya tamu saya. saya tanya mau minum apa, ada yang minta kelapa muda, ada minta jus, ada juga minta air putih. sambil berbicara isi blog jadi biar gak jenuh heheheh. macam betul aja hahahaha

  10. Menarik juga ‘siapa mengausai corong, maka ia menguasai dunia’. Dalam ilmu jurnalistik, ada metode agenda setting. Fasilitas inilah yang dimanfaatkan oleh otoritas yang menguasai corong. Jika media konvensional (dunia) kini berorientasi pada isu terorisme, maka yang perlu dikritisi adalah agenda yang tersembunyi di balik ekspose itu.

    Saya rasa Pak Satya sangat mafhum tentang hal ini. Tapi, tidak bijak juga kalau kita hanya melihat dari satu sisi. Kenapa Islam selalu dilabeli teroris? lihat akar permasalahannya. It’s all about ‘need’ yang tak terpenuhi. Kelaparan, kemiskinan, keterbelakangan, jahiliyyah banget. Kenapa terjadi kelaparan, kenapa terjadi kemiskinan, kenapa terjadi keterbelakangan……

    wah bagai satanic circle Pak…..

  11. Assalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    afwan, ikut komentar:

    kenapa islam sering disebut teroris?

    jawabannya cukup singkat:
    – orang yang mengatakan teroris, jika ia orang islam, karena mereka kurang ilmu, karena ekstrim terhadap golongan yang diyakininya, atau karena mendewa-dewakan akal. obatnya adalah memurnikan aqidah, menambah ilmu, dan jangan pertuhankan hawa nafsu.

    – jika ia bukan muslim, jelas, yang namanya orang kafir akan merasa orang islam adalah hal yang menakutkan, menyebar teror dan sebagainya. orang-orang kafir tidak akan tenang hingga orang islam berubah keyakinan sehingga cenderung kepada agama mereka atau mengikutinya.

    sukran

  12. bismilahirohmanirohim:

    dengan menyebut nama allah yang maha pengasih lagi maha penyanyang.

    setiap kita membaca al’quran ulqarim kita selalu baca basmalah setiap appun yang kita kerjakan selalu baca basmalah,jadi sudah jelas islam adalah agama damai.

    islam selalu mengajar kan kasih sayang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s