Harap di teliti dulu tetang berita Susu Formula Bayi Mengandung Bakteri Enterobacter sakazakii

saya lihat banyak blog yang membahas soal susu yang mengandung bakteri IBS yang di teliti oleh IPB, wong IPB sendiri belum mengeluarkan jenis susunya kok sudah di gembar gemborkan dan penelitian itu sudah 3 tahun berlangsung itu sendiri pihak IPB juga sangat hati hati dan perlu kita ketahui bahwa penilitan itu hanya dilakukan terhadap makanan bayi dan susu yang oleh produksi susu local

seperti yang dikutip dari website IPB  http://www.ipb.ac.id/

Peneliti Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang terdiri dari Dr. Sri Estuningsih, mengungkapkan sebanyak 22,73 persen susu formula (dari 22 sampel) dan 40 persen makanan bayi (dari 15 sampel) yang dipasarkan antara April – Juni 2006 telah terkontaminasi Enterobacter sakazakii. ” Sampel makanan dan susu formula yang kami teliti berasal dari produk lokal,” kata Estu. Menurut Estu, selain dirinya, beberapa staf pengajar Fakultas Kedokteran Hewan IPB yang bergabung dalam penelitian ini antara lain: Drh.Hernomoadi Huminto MVS, Dr. I.Wayan T. Wibawan, dan Dr. Rochman Naim.

 berati bagi para ibu yang memiliki balita masih dapat memilih alternatif lain menggunakan susu produksi luar . Saya lihat banyak bloger yang tiba tiba jadi ilmuan. nah kalo berita yang belum pasti kan harus di teliti dulu kebenarannya, jangan asal ngomong saja; kan bisa menimbulkan kepanikan masa, begitu juga dengan pihak media.dan kenapa pihak IPB hanya mengatakan prosentase jumlah susu yang beredar tampa menyebutkan susu local yang dimaksud.  kalau memang benar tentang  efek yang ditimbulkannya,  sejak kapan susu itu sudah memiliki jenis bakteri yang dimaksud apakah sejak 5 tahun atau sudah 10 tahun yang lalu, kalo sudah lama maka kita bisa meminta pertanggunjawaban dari POM. dan kalo pun itu masih baru kita juga bisa minta tanggung jawab POM, tapi kan penelitian ini usah tiga tahun (3) berati kalo begitu sudah hampir tiga tahun anak minum susu yang berbakteri?  atau kapan itu.  Kepastiannya harus di selidiki , saya melihat badan POM sendiri lambat menangani hal ini, hanya sekedar mengajurkan supaya mengunakan ASI. mau sampai kapan bagaimana jikalu  ibu yang ASI nya tidak ada alias gak produktif- hayoo mau suruh minum susu kambing aja apa?. kalo jenis susunya belum di keluarkan dan badan POM dan kesehatan juga belum mengeluarkan hal ini kok jadi semua malah jadi kompor. hanya kalo ada berita lihat dulu dan cermati. kita bisa menggu hasil dari  Tim Gabungan Penyelidiki Susu Beracun yang di bentuk oleh pemerintah jika ada di temukan maka akan diterik dari pasaran. ” walau pun sebenarnya ini tindakan yang baik tapi sangat terlambat, kasihan anak anak yang telah meminum jenis susu lokal yang dimaksud selama tiga tahun,  luar bisa mengerikan.  untung saya belum punya anak.

temukan jawaban dari juber ITB masalah susu yang tercemar bakteri ( 04/03/08) :

https://satyasembiring.wordpress.com/2008/03/03/peryataan-jubir-ipb-terkait-masalah-susu-formula-yang-tercemar-bakteri-enterobacter-sakazakii/

Iklan

33 thoughts on “Harap di teliti dulu tetang berita Susu Formula Bayi Mengandung Bakteri Enterobacter sakazakii

  1. setuju! teman2 dikantor yang sudah punya anak juga pada heboh karena pemberitaan itu. Mereka menerka2 kira2 susu yang diminum anak mereka mengandung bakteri itu tidak ya??? yaah, itulah bukti kecintaan ibu kepada anaknya…sampai harus stress memikirkan susu anak. Sama dengan penulis, untung saya belum punya anak…

  2. Aduh aku baru telpon adik ku untuk stop pemberian susu anaknya. Iya juga seh kan keputusan resminya lom ada, kok pemerintah terkesan lamban ya

  3. adahal yang harus dipertanyakan jikalau penelitian IPB itu benar apakah kita masih percaya akan adanya badan POM yang selama ini desebut telah bekerja dengan baik!.
    suguh di sayangkan jika hal itu terjadi, ini akan sangat berdampak buruk terhadap label label atau produk makanan lainnya. jika sudah begini siapa yang dirugikan. kadang demi keserakahaan dan uang sebagaian tutup mata terhadap kehidupan

  4. Mas satya, itu berita yang di televisi lebih berbahaya lagi apa cara kita , ya… memang udah di beritakan……saya juga punya bayi mas dan saya bukan ilmuan mas, tapi berita yang di televisi mohon Klarifikasi lagi…..supaya masyarakat tidak takut, berita yang di televisi semua unsur masyarakat mendengar dan melihatnya

    terimakasih atas tanggapannya. Berita dalam tv itu masih dalam tahap pemberitaan sementara kita tau bahwa media mana yang menyajikan berita yang heboh akan laris. semakin genjar pemberitaan maka mereka semakin terkenal, dan pasti pihak perhimpunan produksi susu juga akan melakukan klarifikasi dari sana, maka untung mereka jadi berlipat lipat nah itu yang di harapkan, memang tidak seharusnya pihak media juga membuat ini menjadi kepanikan. dan supaya kita juga jangan terburu buru untuk menyimpulkannya. memang benar bakteri yang dimaksud benar benar akan menimbulkan efek yang merugikan. tapi masalahnya adalah berita itu hanya setengah-setengah yang dibutuhkan para ibu adalah jenis merek susunya. para ilmuan pun menyimpulkan bahwa ada bakteri itu dalam susu dan mereka tau dampak buruknya tapi apakah mereka ada menyebutkan susu apa, kita bisa lihat berita tahun tahun lalu tentang minuman mineral yang tidak baik di komsumsi semua merekanya disebutkan,tentang permen yang berformalin,dll. kalo memang pihak IPB benar benar sudah yakin dengan berita itu dan jenis susu yang pada saat mereka teliti pasti mereka bisa sebutkan secara langsung. Baik untuk hati hati dan kita tau juga pihak IPB tidak akan sembarangan bicara, jadi untuk sementara yang dapat kita lakukankan adalah gunakan ASI, jika masih menggunakan susu produksi pabrik masak lah air pada suhu > 90 derahat celcius, pastikan bahwa susu setelah dingin atau hangat kuku dapat langsung diminum, jangan biarkan setelah beberapa jam kemudian baru diberikan kepada anak, jangan gunakan susu yang kadarluarsa nya setengah dari yang ditetapkan- dan karena pemberitan itu masih menyatakan bahwa susu lokal yang di teliti ada baiknya jika memang bagi para ibu yang menggunakan susu selama ini bisa membeli susu produck butan luar atau import

  5. @cabe rawit terimakasih sudah mampir
    yahh itu lah resiko kita, hidup dalam negara yang seperti ini tapi setidaknya penanggulangan bisa dari masih masih yang menggunakan susu. pasti banyak cara selain menggunakan susu produksi pabrik.

  6. Bener sekali nih…begitulah salah satu cara orang cari sensasi…kayak artis saja! gak penelitinya, gak blogger-nya sama saja. Masak pemberitaan kayak gitu langsung dipublikasikan sendiri…harusnya ikuti prosedurnya donk…minta analisa ulang dari Departemen Kesehatan RI yg kita banggakan…jangan bikin panik masyarakat donk!!! Pls deeehhh

  7. Kalau ngasih informasi jangan setengah2 donk kasih tau juga merk susu-nya. sebab orangtua pada cemas nih apakah susu yang diminum anak saya terkontaminasi gak nih.

  8. Iya nih. Berita tentang susu berbakteri ini sungguh sangat meresahkan masyarakat luas, utamanya ibu-ibu yang mempunyai bayi yang mengkonsumsi susu formula.
    Pemerintah emang terkesan lamban menangani masalah ini. Harusnya segera memberikan penjelasan, kalo emang susu yang terkontaminasi itu hanya susu produksi lokal, berarti kita masih punya pilihan menggunakan susu impor. Dan kalo emang penelitian itu masih diragukan, kenapa digembar-gembor diberita n media massa.
    Saya sebagai seorang ibu yang mempunyai anak batita benar2 merasa resah dengan berita ini. Rasanya pengen ngadu, pengen marah, pengen tahu kebenaran… jadi stress!!
    Kenapa ya merk susunya gak diumumkan saja, toh ini demi kepentingan masyarakat umum…
    Hhhhhh… indonesiaaaah…

    kita juga heren kanapa pihak IPB hanya melakukan penelitian terhadap susu lokal. satu pertanyaan, kenapa tidak merata kepada seluruh susu yang ada di pasaran. walau berita ini tidak belaku tehadap susu import kita harus tetap teliti, jangan sampai ini hanya demi maksud udang di balik batu

  9. Bagaimanapun tindakan cepat dari pemerintah tetap ditunggu, agar permasalahan ini semakin jelas. Sebab hal ini bisa merusak iklim usaha di Indonesia dan kembali akibatnya pada rakyat banyak.

    ini yang akan menjadi dampak berikutnya mas, setelah ibu ibu panik iklim enkonomi bisa turun masalahnya adalah produk milik indonesia sudah tidak di percaya oleh orang indonesia sendiri kalo sudah begini siapa yang rugi. dan produk luar yang masih di percaya akan terus masuk dan akan mengalahkan produk dalam beberapa pengusa akan bangkrut siapa juga yang rugi. mari kita lihat perkembangannya semoga semua baik baik saja

  10. kita tidak perlu takut beri anak susu formula, terlalu berlebihan reaksi atas pemberitaan. Yang pasti semua susu mengandung kuman. Dalam populasi tertentu dapat bermanfaat sehingga dibutuhkan bahkan sengaja ditambahkan. Dalam populasi sedikit dapat ditolerir oleh tubuh dan dalam populasi tinggi dapat merugikan. di udara terdapat banyak kuman, sehingga Kuman juga dapat mengkontaminasi susu formula pada saat tempatnya terbuka atau saat kontak dengan tangan atau benda-benda yang tidak steril. Menurut saya yang terpenting, orang tua tetap siaga terhadap reaksi tubuh anak pada saat minum susu formula terutama pada setiap buka kaleng dan atau ganti merek susu.

    ya sebagian susu memang terang terangan terdapat bakteri dan hanya berdampak jika terlalu banyak di komsumsi, semua ada sebab akibat; tapi kita tidak mau jikalu dampaknya pada pertumbuhan anak dapat mempengaruhi masa depan. tapi semua dapt di cegah kok asal kita selalu update informasi

  11. Lucu ya…bangsa ini memang lucu, mencari untung di atas penderitaan rakjat kecil( kalo yang kaya mah ga masalah, mungkin???)

    pertanyaan nya…
    kira2 susu lokal itu, merek dagangnya apa ya?
    trus susu “lokal” juga menimbulkan ambigu…apakah formula (all bahan baku) hingga produksi di lakukan di indonesia, pabrik atau rumah tangga, atau produk susu itu, formula (all bahan baku) dari luar alias impor cuman produksinya di indonesia…

    Hayoo ada yang punya infonya…?
    semoga ga tambah bingung ya

  12. salam kenal…..

    yang saya kecewakan itu knapa yang disalahkan itu malah penelitinya…
    seperti banyak komentar di buku tamu IPB
    bukannya pihak yang berwenang menginformasikannya ke masyarakat….
    malah pernyataan bu Menteri Kesehatan seolah2 berpihak pada produsen susu seperti pada salah satu artikel surat kabar yang saya baca, saya tulis di sini.

    thx.

  13. iya, teliti sebelum membeli..
    dan teliti sebelum posting.. 😐

    sempet panic juga kemaren pertama denger, tapi pas dicek, ternyata diantha udah pake susu & bubur improt.. 😀

  14. buat peneliti : Untuk apa lho semua umumkan ini????????, tapi gak diambil langkah pencegahannya…??????????????? apa lho semua mo nyelamatin diri masing2 ???????,
    gak semua ibu punya ASI bego….!!!!!!!

  15. Gw heran banged ama menteri satu ini:
    – Uteké kayak kapitalis, komentarnya kaya centeng pabrik susu aja.
    – Jowo-sentris,
    – Gak punya Sense of Crisis (bikin pesta nikahan anaké sampe segitunya mewah, dancuk tenan wong iki)

    Mentang2 jd menteri Lo..!

  16. Bukankah negara kita memang menganut manajemen panik ? kalau sudah sangat gawat baru ada tindakan yang serius dan intensif.

    Kalau menurut aku, Lae, kepanikan yang ditimbulkan oleh dunia blog justru sangat perlu. Apalagi resiko yang bisa ditimbulkan bakteri EZ dikabarkan sangat mengerikan dan fatal, yaitu menyerang saraf otak.

    Situasi sekarang ini pasti sangat membingungkan bagi pemerintah, dan itu berbahaya sekali. Pemerintah bingung sebab yang menemukan bakteri EZ yang mencemari susu itu adalah lembaga yang tidak berwenang(IPB). Apakah dibenarkan bagi pemerintah untuk langsung mengakui hasil penelitian IPB tersebut, sementara BPOM selaku lembaga yang paling berkompeten pasti “salting” banget sekarang ini.

    Dengan dipublikasikan oleh blog, menurut aku, pemerintah mendapat momentum dan pembenaran untuk langsung menangani situasi yang membingungkan dan menimbulkan panik tersebut.

  17. Saya juga cenderung Menyalahkan IPB, bukan dari Penelitian dan Penelitinya, tetapi kenapa Pengecut tidak berani mengatakan merek susunya.
    Lagi pula kenapa tidak lapor ke Menkess dan BPOM dan ditindak lanjuti dengan bijaksana, bukan membikin masyarakat resah.
    Wong doktor, dokter dan para Peneliti yang minta diakui kok tidak dapat berbuat Arif.

  18. @ yayasan konsumen independen
    sekarang yang dibahas adalah produk local, NESTLE MEAD JOHNSON DAN ENFAGROW adalah sebagian besar produc luar. dan penarikan itu sudah terjadi tahun lalu, ini juga mungkin kenapa IPB hanya meneliti produk local saja. karena pihak susu import sudah menarik sebagian susu yang beredar.
    mas bisakan sebutkan sumber yang jelas tentang nama nama susu import atau makanan bayi yang mengandung bakteri tersebut.

  19. bapak yang pintar, apa benar katanya produk nestle tercemar bakteri tersebut? tolong dong kasih tau, anak saya diberi dancow, saya juga gak tau kalo benar apa kita mesti lapor ke departemen perlindungan konsumen?

  20. klo ga jelas hrusnya jgn dipublikasikan. jgn bikin panik. jgn terlalu byk berdalih dan saling tuding. hrus bisa tanggung jawab!!!!!

    ya seharunya begitu

  21. kalo gitu harus jelas dulu apakah definisi produk luar dan produk lokal itu dulu, apakah mereknya saja yang luar walaupun diproduksi lokal adalah termasuk produk luar? atau merek lokal tapi diproduksi diluar adalah produk luar?

  22. Penarikan itu memang tahun lalu dan penelitian itu adalah juga penelitian lama, tetapi seperti yang didapat dari link-link diblog saya, pencemaran bakteri dari produk susu formula dari MEAD JOHNSON itu rutin terjadi setiap tahun.

    Sekarang apakah ada jaminan bahwa itu tidak terjadi setelah penelitian itu? Aapakah kalau penelitian itu dilaksanakan kembali akan terbukti bersih bakteri? Apakah sudah ada perbaikan sistem dan transparansi audit terhadap sistem tersebut?

    Bukankah bakteri Enterobacter Sakazakii menyebar dari luar dan masuk ke Indonesia? Darimana masuknya? Lewat burung kah, sapikah? Atau dari susu formula buatan luar yang terkontaminasi bakteri tersebut dan kemudian menular dari orang ke orang sampai akhirnya ke pekerja pabrik susu formula tersebut?

    Setahu saya …. sejarah itu selalu berulang ….

    makanya kita harapkan supaya badan POM tidak bekerja setengah hati, dan jukan depkes supaya terus memantau. ini juga menjadi PR bagi POM .

  23. lagi-lagi heboh. begitu mudah masyarakat kita khawatir, takut dan cemas terhadap semua informasi negatif. sebaiknya jangan percaya 100% terhadap semua jenis informasi. telisik sana-sini baru kemudian simpulkan.
    semua susu yang berasal dari sapi mengandung bakteri. bakteri-bakteri tersebut akan mati dalam proses sterilisasi. Namun ada beberapa bakteri yang memang tidak ikut mati selama proses pengolahan susu cair menjadi serbuk susu atau susu kental. Di dunia ini hanya ada 3 negara yang bebas dari penyakit sapi yaitu indonesia, australia dan cina. pembuatan susu formula kebanyakan menggunakan susu sapi impor baik susu formula lokal maupun impor. Jadi kita memang sulit mendeteksi darimana kontaminasi bakteri berasal. kecuali bila pembuatan susu formula lokal menggunakan sapi lokal.
    saya tidak begitu percaya dengan berita tersebut. kecuali penelitian tersebut memang dipublikasikan seperti desertasi profesor. mulai dari cara pengambilan sampel sampai hasil analisis akhir. Penelitian dipengaruhi banyak faktor. cara pengambilan sampel yang tidak higinies dapat mempengaruhi hasil. faktor-faktor seperti laboratorium dan alat-alat yang dipakai harus bebas semua jenis bakteri. Jika ada sedikit saja bakteri maka penelitian tidak valid
    penelitian yang menyangkut bakteri memang tidak mudah dilakukan.
    saya pernah beberapa waktu berkunjung di lab POM. banyak penelitian yang tidak dipublikasikan. padahal membahayakan manusia. POM hanya berhak memeriksa sampel dari pasaran, sedangkan yang bertugas menarik produk adalah dinas kesehatan. KEdua lembaga ini bekerja sama baru bisa menuntaskan kasus. karena dalam undang-undangnya POM tidak berhak melakukan penarikan produk, tugasnya hanya memeriksa dan menganalisis sampel di pasaran baik yang berkala maupun sidak.
    saya curiga mengapa hanya susu lokal yang diteliti? apakah untuk menggeser keberadaan susu lokal sehingga nantinya produk impor yang akan berkuasa. karena pajak impor lebih rendah dari pajak produk lokal. ini hanya dugaan saya, semoga saja salah. Lagi-lagi generasi muda indonesia yang jadi korbannya. Perlu menjadi kewaspadaan kita bersama bahwa saat ini diluar sana banyak pihak yang ingin menghancurkan generasi muda indonesia dengan pelbagai cara.

    ibu-ibu, bapak-bapak, abi-abi, mama-mama, moho jangan khawatir dengan berita tersebut. Jika bayi anda ingin mengkonsumsi susu dengan aman. ikuti aturan penyajian berikut ini :
    1. pakailah air mendidih untuk menyeduh susu, air mendidih yang digunakan sebaiknya suhu diatas 100 derajat, caranya yaitu setelah air mendidih tunggu 2 menit supaya suhunya makin naik.
    2. jika menginginkan susu hangat, air yang sudah direbus sampai mendidih kemudian dinginkan selama 30 menit, baru kemudian dipakai
    3. pastikan botol, anti sedak, karet dot dan tutup botol direbus dalam air mendidih selama 10 menit. bakteri akan mati jika suhu lingkungan di atas 100 derajat celcius.
    4. masukkan susu terlebih dahulu baru diseduh (jangan memasukkan air dahulu, karena susu akan menggumpal dan ada sebagian yang tidak larut)
    5. kocok supaya melarut sempurna
    mudah2an tips ini akan memberi rasa aman dan mengurangi kecemasan anda
    selamat mencoba

  24. makasih Pak, saya bukannya ngilang tapi server nya kena virus. berhari-hari.
    makasih dah add blog saya. Saya cuma berbagi pengalaman, dulu kebetulan saya kerja praktek di salah satu badan POM, sempat ikut belajar menganalisis sampel dan membuat laporan. Sempat juga ngintip lab mikrobiologi, tapi kita tidak diijinkan masuk, karena tidak semua orang boleh masuk. higinitasnya sangat dijaga, termasuk suhu, ruang kedap udara, dan kebersihan analis. Salah prosedur bakteri lain bisa masuk ke tubuh kita.

  25. Penelitian tahun 2006 April, sekarang 2008 April, berarti udah 2 tahun. Ada peningkatan nggak jumlah bayi yang memderita radang otak dan diare? Kalau memang toh susu formula ini tercemar, mati nggak bakteri ini dengan air panas untuk penyiapan susu tersebut? Dokter anak saja sampai saat ini belum jelas mengetahui korelasi antara bakteri ini dengan penyakit yang ditimbulkan. Jadi kita tak perlu repot kan? penelitian itu sifatnya hanya intern untuk peningkatan prestasi peneliti ybs serta untuk pembanding penelitian selanjutnya. Dan kepada LSM janganlah penelitian ini dijadikan senjata untuk mencari-cari kelemahan pemerintah. Tanyakan dulu kepada penelitinya dan bandingkan dengan komentar dokter anak yang berkompeten jangan dengan dokter hewan. Gitu lho mas!

    terimakasih atas masukkannya mas. logika yang menarik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s