Indonesia Mau Dikubur Dimana

judul diatas terkesan sinis, namun mari kita lihat dulu fakta yang sebenarnya apakah memang kita ini dihargai atau tidak, seolah olah bangsa yang besar ini mau mati.
sungguh menyedihkan beberapa peristiwa akhir akhir ini tidak ada habis-habisnya bencana banjir, gempa bumi selalu menghantam. Bukan hanya bencana alam, ada bencana yang diam-diam telah mengikat leher dan mencekik pelan-pelan. kehidupan yang susah, inflasi yang tinggi kenaikan harga bahan pangan yang tiap hari meningkat membuat  rakyat menderita. makanan yang dikabarkan mengandung formalin, susu mengadung bakteri mengakibatkan penyakit bayi, beras yang dicampur dengan pewarna. penipuan dimana mana seolah olah jika tidak menipu maka tidak hidup. samapi sekarang penduduk yang tingal di sekitaran siduarjo dibiarkan tampa harapan. demi kepentingan perorangan dan demi menimbun harta beberapa orang telah menutup mata tidak lagi memiliki hatinurani, mau jadi apa kita jika semua yang diharapkan untuk melindungi malah menindas. kita menjadi marah jika di remehkan oleh negara tetangga tapi kenyataannya ditempat kita sendiri perampasan terjadi terus dan terus tapi tidak ada yang bersuara diam membisu. negara negara adi daya memperalat kita, belanja perang lebih di focuskan daripada kesejahtraan rakyat. beras yang diimport, hasil panen petani yang tidak dihargai, harga pupuk yang melambung, pupuk yang di campur ahhhhhhhh terlalu banyak yang membuat kita di injak. janji janji pemerintah yang besar membuat orang muak. tapi kenapa itu berulang dan berulang? apakah kita memang sudah terbiasa dengan keadaan ini. tingkat penganguran yang tinggi.ketika TKI kita ditindas tidak ada pembelaan. buruh buruh di indonesia yang tidak memiliki status yang jelas, gaji yang dibawah ketatapan, penyalur yang nakal, di berhentikan semena mena. sudah lah terlalu banyak hal yang membuat kita orang indonesia tidak dihargai di negara kita sendiri.

12 thoughts on “Indonesia Mau Dikubur Dimana

  1. indonesia sudah lama hilang dari peredaran. Burung garuda nya sudah terbang entah kemana, Bhineka tunggal ika cuma slogan aja. Indonesia tinggal nama. Orang-orangnya pada keluar negeri karena hidup di indonesia susah amat. semua bayar, mau pipis aja bayar. yang gak bayar cuma numpang nanya alamat sama orang di jalan.
    Indonesia sudah hilang tepatnya sejak reformasi, semua pondasi kehidupan memang direformasi. sampe semua runtuh.
    yang bisa kita lakukan adalah membangun generasi pembaharu, bukan generasi penerus bangsa. percuma aja, sekarang sudah berantakan. Jangan diteruskan untuk generasi berikutnya
    Himbauan buat yag belom nikah, menikahlah segera, punya anak, lalu cetaklah anak menjadi generasi pembaharu. ini tugas orang tua, guru dan masyarakat
    http://www.yellashakti.wordpress.com

  2. Boleh, tapi yah kita tetap optimiskan, sebagai anak bangsa kitalah yang bertanggungjawab, apapun yang terjadi dengan Indonesia tercinta ini. kalau memang kita harus kubur, dikuburlah dengan layak, atau paling tidak untuk saat ini yah mengubur mimpi kita aja dulu, nanti kita bangkitkan dan terus bermimpi lagi. we are dreamer but we are not the only one. thank. oh ya kunjungi pula tempat kita, mudah-mudahan berkenan.

  3. …ketidakadilan…
    Yup..Qta dagH terbiasa diperlakukan ga’ adiL memang…

    yang kaya tamBah kaya….yang miskin tambaH “…..”…

  4. Hmmmm…..apatis amat seh…..untuk Pak Satya, bikin postingannya buru-buru ya? banyak kata yang kekurangan huruf, bahkan banyak yang salah huruf. Seperti Sidoarjo, kok ditulisnya Siduarjo? hehehehe….mungkin Anda lagi emosi ya…

    Menurut saya, Indonesia adalah negara dan bangsa yang belum selesai. Ia terus berkembang dan tumbuh, mencari identitas dirinya. Hingga kini. Semua sektor tengah dalam proses pencarian. Memang terkesan sangat lambat jika dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia, dan Vietnam. Jangan bandingkan dengan Singapura ya….

    Kita harus berkaca pada Vietnam. Kendati negeri ini sosialis, namun ia membuka keran lebar-lebar untuk investasi dengan memberikan segala macam insentif kepada foreign direct investment, regulasi dan pemberlakuan pajak yang bersahabat. Gak heran Sony, Mitsubishi, Samsung, LG, dan perusahaan skala multinasional lainnya berlomba membuka pabrik di sana. Ho Chi Minh City jauh lebih ‘beradab’ dibanding Jakarta. Hanoi, jauh lebih indah dibanding Bandung…..Kenapa Vietnam bisa, Indonesia tidak?

    Saya sampai malu ketika dihadapkan pada kenyataan, “Negara kamu sebetulnya kaya raya, tapi kenapa rakyatnya banyak yang miskin?” pertanyaan retorik ini yang kemudian mendorong saya membuat postingan “Saya Malu Sebagai Orang Indonesia”.

    Kendati begitu, melihat kondisi faktual yang ada, saya percaya, Indonesia akan berangkat menjadi negara dan bangsa yang jauh lebih baik. Tidak ada negara dan bangsa yang sehidup dan sedinamis Indonesia. Tidak ada kota di dunia yang seheterogen, se-lively, se-crowded Jakarta. Saya rindu sangat pada Jakarta, ketika selama 3 hari melakukan liputan di Singapura tapi yang saya dapati “hanya” keteraturan, kedisiplinan, kebersihan, dan kerapian hehehehehe……..

    Anyway, thanx to Indonesia. You make my world so colorfull….(mengutip salah satu lagu Daniel Sahuleka)….

  5. hehehe thk udah mampir lagi senang rasanya ada masukkan.
    soal salah ketik saya memang terburu waktu nulis posting. kadang saya post waktu lagi ngajar dikelas pas lagi anak anak saya kasih quiz atau nyatet. sssssssssttttt. kadang ide datang dan pergi. soal emosi itu jauh dari pak satya hahahaha.
    soal investor itu kita semua sudah tau jawabnya adalah birokrasi, dan birokrasi berhubungan dengan orang, dan orang berhubungan dengan budaya dan budaya berhubungan dengan sikap. jadi kalo mau seperti yang lain sikap nya dulu harus di benahi.
    gitu kayaknya.

    kalo kita bisa meniru vietnam saja dalam hal ekonomi saya perkirakan bahwa dalam tahun 2020 nanti negara kita adalah negara yang mengerakkan ekonomi asia. tapi semoga

    tapi kalo anda bilang malu sebagai orang indonesia maunya jadi orang apa ya?. kan anda meyakini negara kita ini akan terus maju. kenapa malu
    bangga aja. hehehehe

  6. Nah ini dia.
    halo mb hilda lam kenal yaw….
    Saya semakin heran, setiap kali saya menjumpai orang2 Indonesia yang udah pernah ke luar negeri, kata2nya selalu saja sama. entah itu wartawan, politisi, kaum hedonis (maaf klo ada yang tersungging, he), pengajar, etc lah, ini dia :
    ” wah, negara kita begini amat ya, coba deh di JErman semuanya teratur, bla-bla-bla…”
    ” aku seneng banget tinggal di Eropa, disana semua serba …., Indonesia?hu..ketinggalan jaman, gak asik”
    ” Tau gak, waktu aku ke Jepang, disana tuh begini-begitu,….”

    Nah. sekarang masalahnya ketemu kan?
    sebenarnya apa yang membuat kita seperti sekarang ini ya karena individu2nya gak PD, gak bangga tinggal di indonesia, malahan klo gak ngikuti apa yg lg ngetren dibilang kampungan. padahal yang ngetren itu budaya dari western…
    sodaraku…..
    masalah ini akan semakin rumit jikalau kita tidak pernah mengakui kesalahan kita sendiri, akuilah kelemahan kita, lalu perbaiki
    caranya :
    kuatkan rasa percaya diri dan kebanggaan, jadi nanti kita tinggal dimanapun, mau ada dimana, kita selalu bercerita mengenai indonesia yang indah dan ramah…tahun ini kan VIsit indonesia 2008. Kita sukseskan bersama
    Siapapun anda, yang lahir di Indonesia, yang masih merasa orang indonesia
    Cintailah indonesia seperti anda mencintai diri sendiri…..
    Mencintai saya juga boleh kok…he🙂
    Sudah banyak seniman dari indonesia yang berhasil mengenalkan indonesia, dan membuat bule2 itu jatuh cinta, akhirnya mereka menikah dan tinggal di indonesia.
    bule2 sekarang sudah banyak yang bisa bahasa indonesia, bahasa jawa, jika mereka ditanya kapan mau kembali ke negara asalnya, mereka jawab gak akan mau kembali, mereka ingi tinggal disini. mereka mencintai indonesia, dengan segala keindahan dan permasalahannya
    bagaimana dengan kita?

    http://www.yellashakti.wordpress.com

  7. Indonesia..?
    Saya bingung untuk memulai darimana, ketika akan membicarakan Indonesia..
    Untuk malu atau bangga menjadi orang Indonesia, saya pun tidak tahu, harus memilih yang mana???
    ketika bisa memilih saat akan dilahirkan, akankah saya tetap memilih sebagai warganegara Indonesia..?

    Mba-mba dan bapak-bapak yang baik, tolong berikan saya alasan, mengapa saya harus bangga atau malu sebagai warga negara Indonesia..?

    banga karena kita memang di lahirkan di negara yg kaya dan makmur ini, malu karena kita dilahirkan di negara yang kaya dan makmur tapi penuh dengan keserakahan, itu yg membuat kita gak maju maju. bukan karena kita bodoh atau apa pun. tapi para pejabat dan pengurus negara atau bahkan kita sendiri memang serakah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s