Penculikan mahasiswa semakin marak di kota besar

Mengingat penculikan terhadap mahasiswa kami di UIB beberapa bulan yang lalu membuat heboh di kota batam bahkan sampai sekarang kasusnya terus ditelusuri dan sudah mendapatkan titik terang, satu orang pelaku telah tertangkap dan dua orang lainnya masih dalam pencarian. percoban penculikan sudah sering kali terhadap mahasiswa UIB karena mayoritas mahasiswanya adalah warga keturunan tionghoa ( cina ).  

Pagi ini saya seperti biasa menikmati pagi dan sambil nonton tv acara GoodMorning, tema yang diangkat seputar penculikan mahasiswa di jakarta.  Membuat saya tertarik untuk menulis tentang penculikan ini.

Bukan hanya anak-anak SD yang menjadi sasaran penculikan namun mahaiswa juga rawan terhadap penculikan. kota metropolis jakarta tempat paling banyak terjadi kasus penculikan terutama mahasiswa universitas ternama. Anggapan dari para penculik bahwa mahasiswa yang kuliah di tempat tempat ternama adalah orang yang kaya. Warga keturunan tionghoa yang paling banyak menjadi sasaran karena dari kasus kasus yang ditemui sejauh ini dari semua yang diculik adalah orang cina. 

Sejumlah kasus penculikan mahasiswa ( yang telah ditangani polisi) rata-rata terjadi di kawasan Jakarta Barat, khususnya wilayah Tanjung Duren dan Grogol. Secara kebetulan di daerah ini memang terdapat sejumlah kampus ternama antara lain Unversitas Trisakti, Untar, Unersitas Bina Nusantara (Binus), Pelita Harapan dan lainnya.

Kasus terakhir menimpa Himanda,24, mahasiswa yang juga fotografer, Senin (3/3) malam. Pemuda ini dicomot dua pria tak dikenal di depan kampus Untar, dipaksa masuk ke dalam taksi lalu dibawa berputar-putar. Uang Rp500 ribu dan HP milik korban diambil, ia dibuang di jalan di kawasan Simprug, Jaksel.

Beberapa hari sebelumnya, Hendy Munir,19, mahasiswa Untar pulang kuliah diculik tiga penjahat di halte depan kampusnya. Ia dibawa penculik pakai taksi ke kawasan Puncak, lalu orang tuanya dihubungi dan pelaku minta tebusan Rp30 juta. Keluarga Hendi akhirnya mentransfer Rp20 juta secara bertahap. Hingga kini pelakunya belum tertangkap.

Penculikan juga menimpa Probo Pramono Muliadi,19, mahasiswa Binus yang pada akhir Januari 2008 lalu diculik empat pria yang menuntut tebusan Rp300 juta. Ia babak belur digebuki, namun pelaku hanya berhasil mengantongi Rp2 juta dari ATM korban. Korban lainnya, Anthonius,20, mahasiswa UI yang diculik di daerah Pasar Minggu sepekan lalu. Pelakunya, Marhehe,45

Kisah pilu menimpa mahasiswi semester 7 Universitas Binus, Li, 21, yang diculik tiga penjahat di depan Mal Ciputra, Sabtu (16/2). Ia disekap di sebuah hotel di daerah Bekasi Timur. Korban diikat, dianiaya dan dicekoki obat bius hingga pingsan. Dalam keadaan pingsan, gadis ini ditinggal kabur, HP dan uang Rp 500 ribu milik korban dibawa kabur. Satu pelakunya, Alex,23, berhasil dibekuk Resmob Polres Jakarta Barat dipimpin Kasat Reskrim, Kompol Suyudi, di kawasan Pulogadung, Jaktim.

Kekejaman penculik juga pernah dirasakan oleh Denis Jonathan,22, mahasiswa Trisakti yang diculik di Jalan Dr Soesilo, Grogol, saat jalan kaki pulang kuliah. Lantaran melawan, ia digebuki dalam taksi, tubuhnya ditemukan terikat dibuang di kebon kosong di daerah Depok.

TEROBOSAN KAMPUS
Maraknya penculikan mahasiswa, membuat pihak kampus turun tangan. Staf Corporate Communication Univertitas Bina Nusantara (Binus) , Rachmi Abdul, mengatakan pihaknya membuat sejumlah terobosan guna menghindarkan anak didiknya jadi korban penculikan.

“Setelah kasus yang menimpa mahasiswi Li, jajaran kami pun melakukan koordinasi dengan tujuan untuk meminimalisir kasus semacam ini agar tak terulang,” terang Rachmi. “Tentu kami mengharap kerjasama semua pihak termasuk orang tua.”

Menurutnya, pihak kampus mengeluarkan himbauan agar mahasiswi atau mahasiswa tak memakai atau membawa peralatan yang kiranya menjadi incaran penjahat. Selain itu, sambungnya, mahasiswi atau mehasiswa yang pulang kuliah malam hari hendaknya memberi tahu orang tua atau keluarga.

“Ya kalau mereka memang punya kuliah malam hendaknya minta dijemput,” tambah Rachmi. “Kami juga mengharap usai kuliah mahasiswi atau mahasiswa Binus hendaknya langsung pulang, jangan pergi ke tempat belanja atau main ke rumah teman.”

Ditambahkan Rachmi, peristiwa yang menimpa Li, mahasiswi yang diculik dapat menimpa siapa saja. “Kejadian itu di luar kampus dan dapat menimpa siapa saja. Maka itu untuk menghidari kami minta kerjasama dari para mahasiswa dan mahasiswi untuk lebih hati-hati atau disiplin pulang usai kuliah,” kata Rachmi. Ia juga meminta agar pelaku dihukum berat untuk memberikan efek jera.

saran untuk mahaiswa/i dan orang tua:

  1. Jangan mudah percaya dengan orang yang baru dikenal
  2. Waspadai orang yang berada di sekitar
  3. Tidak membawa uang berlebihan, atau memakai aksesoris mencolok.
  4. Ingat identitas kendaraan dan ciri-ciri orang yang dicurigai akan berbuat jahat, segera lapor ke kepolisian terdekat.
  5. perhatikan kasus kasus yang biasa dilakukan oleh para pelaku. misalnya korban dituduh melakukan pemukulan terhadap temannya sehingga sang korban diajak ke rumah sakit atau kantor polisi tapi malah dibawa ketempat yang sepi atau di dalam angkot dikerjai.
  6. Bila pulang kerumah atau berpergian usahkan dengan teman dekat.
  7. Simpan nomor post polisi terdekat dengan kampus atau kantor  polisi dikota anda.

semoga bermanfaat. waspadalah 

Iklan

6 thoughts on “Penculikan mahasiswa semakin marak di kota besar

  1. Apa seh yang menyebabkan kasus penculikan ini marak? dan kenapa mereka yang jadi korban penculikan? apa motivasi para penculik mahasiswa ini?
    Lagi, perlindungan pemerintah sebagai penyelenggara negara masih sangat minim dalam melindungi warganya.

    Dua, hak warga negara untuk mendapatkan keamanan belum sepenuhnya terpenuhi. Gak usah bicara tentang pemilikan senjata api, patroli polisi, or penegakkan hukum yang masih jauh panggang dari api. Lihatlah bagaimana negara (pemerintah) kita ‘merawat’ warganya. Di Kober (salah satu akses masuk menuju kampus UI) belum dilengkapi PJU (Penerangan Jalan Umum), begitu pula di jalan-jalan kolektor lainnya menuju kampus-kampus yang kebetulan lokasinya tidak di prime area.

    Ini kan tanggung jawab negara…..kalau bikin PJU aja sampe gak bisa, gimana bikin nuklir, pengayaan uranium or bikin roket? Kalah deh sama Iran…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s