Hadis hadis yang sudah ketinggalan jaman akan diganti

Hadis-hadis yang sudah ketinggalan jaman akan diganti dengan pemahaman yang baru sesuai dengan perkembangan jaman, kata pimpinan Negara Turki Recep Tayyip. menurut beliau ada bebera hadis  yang tidak sesuai lagi dengan keadaan jaman sekarang. misalnya mengenai poligami, istri yang tidak boleh keluar rumah sebelum tiga hari. menurut Recep karena jaman nabi waktu itu penuh dengan penculikan jadi dilarang bagi wanita untuk keluar tapi sekarang kan sudah tidak relevan lagi, potong tangan bagi yang kedapatan mencuri dll. Harus ada penyesuaian dengan perkembangan jaman untuk memungkinkan dalam kehidupan modern. Pakar hadis profesor Mehmet Gormez menyebut sejumlah hadis memang harus di revisi. keseluruhan dari pimpinam dari 8.000 mesjid dan ahli agama di negara itu diminta untuk melakukan penelitan dan membentuk tim. tapi yang paling mengherankan adalah ternyata penasehat tim yang diangkat adalah seorang pastor senior Felix koerner. menurut Recep supaya terdapat keseimbangan antara modern negara- negara eroba barat. memang dalam beberapa tindakan yang dilakukan oleh pimpinan ini tergolong kontraversi sama seperti waktu dulu Recep melegalkan penggunaan jilbab bagi seluruh pelajar wanita di negara itu.

19 thoughts on “Hadis hadis yang sudah ketinggalan jaman akan diganti

  1. ini sih bukan hal baru. gak kaget lagi. Turki emang dari dulu gitu. pengen punya agama sendiri, percampuran antara islam n non islam. ini alirannya lain lagi. Islam sendiri tidak seperti itu, tapi tidak perlu menghakimi dan memaksa, apalagi merasa benar sendiri. cukup mengingatkan.
    Turki emang suka cari sensasi gitu.berbeda sendiri. umat islam sendiri tidak terlalu pusing, keyakinan adalah hak masing-masing tiap manusia asalkan jangan saling mengganggu. klo islam udah diganggu dan sangat merugikan banyak orang barulah islam terpaksa berbuat tegas.
    kita banyak pekerjaan. pendidikan, pengentasan kemiskinan, lingkungan hidup, kesehatan, dll. butuh kerja sama antara berbagai golongan agama. klo soal keyakinan diungkit-ungkit terus. gak ada matinya, kecuali emang hidup hanya fokus untuk jadi “destroyer” di muka bumi
    kita banyak berbeda, karena akan kita saling melengkapi
    peace…
    salam hangat dari seseorang yang cinta damai dan selalu senyum
    hehe🙂

  2. kata teman-teman saya mirip khofifah. dulu waktu kul akta 4, klo lg ngomong temen-temen cow pada ngeliati sambil komentar
    “ssst…ssst…liat tu yella, khofifah…khofifah …yang mantan menteri itu loh. mirip banget. keibuan..”
    he…

  3. dapet infonya darimana neh?

    punya sumber yang dari Turkinya?

    tengkyu before

    salam😉

    baca gatra terbintan bulan ini. thk juga

  4. Numpang kasih tanggapan Pak Satya. Sebenarnya di dalam Islam pembaharuan sebuah Hadits adalah sesuatu yang dibolehkan dan bisa dilakukan asalkan syaratnya terpenuhi. Itulah indahnya Islam. Islam merupakan agama yang dinamis dan tidak akan lekang oleh Zaman.

    Hadits di sini tidak sama dengan Al-Qur’an yang isinya tidak mungkin bisa dirubah atau diperbaharui. Hadit’s hanyalah ucapan Nabi Muhammad SAW yang dijadikan contoh dan hukum oleh umat islam. Hukum tersebut bisa saja direvisi kalau sudah tidak membawa kemaslahatan lagi bagi umat asalkan diputuskan berdasarkan kesepakatan para ulama. Jadi tidak ada yang perlu di herankan sebenarnya. Hanya apabila Al-quran dirubah isinyalah yang tidak dibolehkan dalam Islam dan itu baru sangat mengherankan, karena di dunia ini sangat banyak orang yang hafal Al-quran di luar kepala. Bahkan seorang anak usia belasan tahun di Iran sudah bisa menghafal Al-quran. Kemurnian Al-quran akan selalu dijaga oleh Allah SWT.

  5. Mengenai Turki, Turki merupakan negara Islam dengan pemeluk Islam yang lebih besar dibanding Indonesia dalam hal persentase. 99% penduduk Turki merupakan pemeluk agama Islam, sedang Indonesia hanya sekitar 85%. Dalam hal ini Turki menganut paham Islam yang sekuler.

    Banyak yang salah kaprah memahami masalah sekularisasi ini. Sekularisme merupakan pemisahan peran antar negara dan agama. Dimana negara tugasnya yang mengatur kehidupan bermasyarakat dan agama tugasnya membentuk moral masyarakat tersebut. Sehingga nilai-nilai Islam di sini (Turki) tidak dijadikan alat dagelan politik seperti yang terjadi di Indonesia. Dimana, Islam dijual kesana kemari untuk memuluskan langkah-langkah politik suatu kelompok atau golongan. Islam dijadikan topeng oleh para politikus busuk dan ulama palsu untuk meraup keuntungan pribadi. Ah terlalu keras kali ya.

    Satu hal yang saya suka dari slogan yang disampaikan oleh Alm. Nurcholis Madjid adalah: Islam Yes Partai Islam No. Semoga bermanfaat.

  6. @rafkirasyid
    terimakasih atas masukkan dan informasinya pak. dari pada saya dapat informasi dari orng yang tidak mengerti. makannya ini saya buat sebuah wacana. siapa yang mengerti atau dapat memberi jawaban maka dia menjawab. tidak ada unsur sara.
    salam

  7. Mgkin maksud agusdd ke saya ya. Mohon maaf kalau saya tidak menyebutkan sumber saya. Sebenarnya banyak literatur yang bisa di acu mengenai Turki. Salah satunya yang bisa saya posting di sini karena gampang adalah dari Wikipedia Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas. Begini kutipannya:

    “Daerah yang terdiri dari Turki modern mempunyai tradisi Islam yang lama dan kaya melatar belakang ke zaman permulaan Seljuk dan Empayar Uthmaniyyah. Orang Turki secara kebudayaan dan sejarah adalah umat Islam. Mereka tinggal di daerah yang kebanyakannya Muslim, apabila mereka menetap di Anatolia di bawah nama Islam. Ia sukar dibayangkan Turki tanpa Islam seperti memikirkan Istanbul tanpa latar langit masyhur masjid dan menaranya. Sekitar 99% penduduknya adalah Muslim walaupun tidak pernah ada kajian mengenai ketepatan nisbah ini. Menurut tinjauan Eurobarometer, umat Islam terdiri dari 94% jumlah penduduk Turki[1]. bagaimanapun, menurut buku fakta CIA World, 99.8% dari penduduk Turki merupakan Muslim.[1]. Ada tiga minoriti masyarakat agama bukan-Islam—umat Kristian Ortodoks Greek, Kristian Orthodoks Armenia, dan Yahudi membentukkan 0.2%;dan yang lain penduduk adalah Muslim. Kebanyakan umat Islam di Turki adalah Sunah Waljamaah membentuk sekitar 85% dan kedua besar mazhab bukan-Islam adalah Alevi yang bukan Muslim Syiah, mereka membentuk sekitar 20% penduduk Turki sendiri (15 juta)”.

    Mengenai dasar hukum pembaharuan Hadits, baca aja Al-quran atau kalau mau cepat tanya aja pak Ustadz.

    To Yella: saya menyampaikan komentar dengan kepala dingin kok. Kalau nggak percaya pegang aja sendiri, dijamin tangannya dalam 2 menit langsung beku. Ha…ha…ha. Salam kenal semuanya. Semoga bermanfaat.

    Thank’s Pak Satya. Terus berkarya. Komentar saya kepanjangan ya. He…he…he.

  8. Mengenai sumbernya pak Satya ada di majalah Gatra edisi 18/XIV Tgl 19 Maret 2008 Kutipannya: “Pemerintah Turki mendesain ulang perspektif Islam lewat proses reinterpretasi dan modernisasi kaidah islam. Hadis-hadis yang tak sesuai perkembangan jaman, akan dihapus . dst …. “.

    Mengenai masalah sekular silahkan Anda buka http://www.google.co.id dan ketikan kata kunci “sekular”. Abrakadabra… anda akan dihadapkan kepada banyak sekali litaratur tentang masalah ini.

  9. salam kenal juga ya. iya tuh mendingan dibikin tulisan di blog anda..kan seru. supaya wawasan kita luas. komentar saya emang sengaja gak serius, supaya nanti ada temen-temen lain yang masukannya serius. nah sekarang kelihatan kan yang bener-bener serius. he
    klo mau lengkap dan pasti, adanya di Al-Quran

    saya bosen sendiri niich nongol di blog ini sendirian,🙂

  10. Hadits memeng ucapan dan sikap Nabi Muhammad SAW yang dijadikan contoh dan hukum oleh umat islam. Tapi perlu diingat bahwa Nabi Muhammad SAW adalah suri tauladan terbaik bagi umat (sbg rahmat bagi alam / Rahmatan lil’alamiin), kalau hadits diganti/diubah… lalu siapa yg jadi suri tauladannya…? siapa yg jadi contohnya….? Adakah sumber yg menyatakan hadits bisa diganti…? yang saya tau, bila perawi haditsnya saja tidak jelas, maka hadits akan dianggap dhoif (hadits lemah) & tdk bisa dijadikan sumber hukum islam. Apa lagi kalau sampai diganti..?

  11. wah seru juga nie pembahasannya,…
    mo numpang ngomment dikit, boleh y…
    pas pertama baca rada bingung juga. mank ada ya hadits yang perlu di revisi?? he… setahu saya mah hadits itu kedudukannya dah pasti n kagak bisa d ubah-ubah lagi n gak ada istilah “ketinggalan zaman” or “gak ngikutin zaman” segala. hadits kan segala ucapan, tingkah laku, bahkan diamnya nabi yang merupakan penjelasan dari makna Al-Quran itu sendiri. Kalopun ada yang perlu dipermasalahkan mungkin lebih pada shohih tidaknya.

    pemerintah turki ne ada2 aza,…🙂
    Emank sie, sejak musthafa kemal menjadi kaki tangan inggris dalam “mengkhianati” pemerintah Islam pada masa itu pemikiran orang2 na rada aneh, gak bisa di terima oleh akal sehat. nyeleneh yak persis kayak orang-orang liberal sekarang, hmm… memprihatinkan..

  12. Wahai saudara-saudaraku yang se-iman, marilah kita taati perintah ALLAH & Sunnah Rasul nya, masuklah kedalam Islam secara kaffah. Bertaqwalah…..

    Jangan sibukkan diri dengan memberi makna-makna baru atas Al-Qur’an & Hadist,…karena tidak pernah diperintahkan oleh Allah & Rasul nya untuk perkara ini….

    Perbaiki keimanan & amal saleh, ini perkara yang akan menhantarkan kita kepada surga atau neraka,…. bukan kehebatan diskusi.

    Wassalam

  13. Allah perintahkan kita untuk mentaati rasulnya,…..
    Rasulullah adalah orang yang paling benar ketaqwaan kepada Allah…..

    Apakah kita akan membuat revisi tentang cara ketaqwaan,…karena alasan zaman…

    Adakah Allah perintahkan kita untuk merevisinya….

    Taat kepada Allah, dan taat rasul,….(ini yg Allah perintahkan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s