penghasilan pengemis Rp 276 Ribu per hari

pengemis atau gepeng hampir dapat ditemui dikota kota besar maupun kecil diseluruh indonesia. tidak heren jika mereka terus menjamur. tahun 2007 di kota Batam belum pernah saya temui satu orang pengemis atau peminta minta dipingir jalan atau dipusat keramaian, namun menjelang akhir tahun 2007 entah darimana datangnya mereka sudah mangkal dipersimpangan jalan sambil menengadah tangan untuk meminta belas kasihan berharap orang yang lewat memberikan pecahan uang Rp500 atau ribuan dan tidak sedikit juga yang memberi pecahan Rp5000. sebagian pengemis memang memprihatikan secara penampilan dan tidak sedikit juga yang masih segar dan sehat, badan mereka saja gemuk. ternyata penghasilan mereka tidak sedikit selama 8 jam kerja mulai dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore dan siang hari mereka juga isterahat dan mulai mengemis jam 3 sore, menurut introgasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian batam rata rata gepeng atau pengemis mampu mengantong hasil mengemis sebanyak Rp 276.000/ hari. hampir setiap hari mereka beroperasi. tidak sedikit dari pengemis mempunyai rumah namun mereka kontrakkan ada juga yang mempunyai lahan pertanian yang luas. mengapa kota batam menjadi primadoa  bagi pencari kerja karena banyaknya perusahan asing yang mengembangkan usahannya pulau kalajengking itu, nah ini juga menjadi bahan pertimbangan dari pengemis kota lain untuk berburu uang belaskasiahan. lalu kemana hasil dari mengemis ini ternyata ditabung dan sebagian digunakan untuk membeli rumah. kapolda batam menghimbau seluruh warga tidak memberikan uang kepada pengemis karena hanya akan membuat mereka malas dan berkertergantungan atas belaskasihan. jika hal ini terus terjadi bisa bisa batam dipenuhi oleh pengemis seperti medan, surabaya, dan jakarta.  sekarang sudah terlihat hasilnya pengemis sudah mulai berkurang namun bukan berarti mereka hilang sebagian telah mengganti jam operasi dan lokasi mengemis. hanya kuncinya kita tidak memberikan uang untuk membuat mereka malas, karena kadang penampilan dan balutan luka yang ada pada tubuh mereka sengaja dibuat.

Iklan

16 thoughts on “penghasilan pengemis Rp 276 Ribu per hari

  1. bener tuh…luka di tubuh yang busuk biasanya dari tape-peyem-tape singkong yang dikasih pewarna merah. (lho kok tau? ini pernah diulas di radio SMART FM dan TRANS TV, setahun lalu)
    penghasilan paling minim Rp 100.000,00. wah…wah…ngalahin gaji orang kantoran ya..
    di Semarang malah ada pengemis satu keluarga dengan anak 4, badannya besar semua, hidup makmur di perempatan lampu merah. Tau gak? mereka biasa makan makanan McD.
    pengemis-pengemis di pulau jawa berasal dari daerah indramayu dan sekitarnya. Di daerah itu memang terkenal dengan pengemis dan PSK. SEdikit sekali lapangan pekerjaan. Kebanyakan dari mereka merantau ke kota besar sebagai pengemis. Rata-rata memang sukses, mereka kembali ke kampung dengan uang berlimpah. Ada yang digunakan membeli sawah, tanah, atau membangun rumah.
    Di JAkarta sempat ada perda yang melarang masyarakat memberikan uang kepada gepeng dan pengemis. karena pemerintah sudah menyediakan rumah singgah untuk mendidik dan mengajarkan keterampilan. namun sayang tidak mendapat sambutan yang cukup baik, bahkan aktivis perempuan mengutuk perda tersebut dengan alasan tidak manusiawi
    harusnya gimana donk?

  2. setuju untuk tidak memberi pengemis uang karena tidak mendidik. apalagi ada pengemis yang memiliki organisasi mirip mafia. ada setoran dll. jika masih ingin bantu sebaiknya dalam bentuk barang yang bisa langsung dipakai. Misalnya susu UHT untuk anak jalanan.

    itu lah masalahnya karena mereka di organisasi, ada yang mengirim mereka kekota kota besar

  3. secara finansial mereka kaya, tapi secara hati, dia miskin!
    saya juga sudah menulis satire tentang ini, berjudul “sepeda motor baruku” yang saya tulis di http://tugupahlawan.com

    mereka tumbuh karena sudah budaya, dan lingkungan juga mendukung. thk atas tulisan anda di tugupahlawan

  4. Funz…
    kalo mau bantu mending datang langsung ke gubuk liar, kasih makan atau uang. atau juga kasih uang lebih sama tukang sol sepatu atau tukang sapu jalanan, hidup mereka lebih menderita, udah usaha mati-matian masih kurang juga.
    bang satya…
    saya cuma prihatin bang…lebih baik ngasih langsung sama orang yang butuh atau sakit. Daripada ngasih pengemis dan hati kita bertanya-tanya, buat apa ya uangnya…jangan-jangan…buat ini itu, bukan buat kebutuhan..

  5. @funz
    bukan mereka tidak mampu untuk bekerja tapi mereka tidak mampu melawa kemalasan mereka

    @yella
    uang mereka gunakan untuk kebutuhan sehari hari dan sisanya untuk masa depan.. hebat kan pengemis sekarang.

  6. kl ada uang ya bl kebutuhan sehari2 kan gk ada salah..
    abis itu sisa nya buat tabung mukin aja suatu saat mereka bisa bangkit kembali lagi…

    kayanyak Funz anaknya baik dan perhatian ya?

  7. funz..km tuh baek bgt ya..dermawan sekali..
    moga aja prasangka baikmu bener

    bang satya,,,,pengemis aja berpikiran maju,,,berarti kita juga harus lebih maju dari mereka…betul ga? jangan-jangan mereka punya asuransi jiwa ya bang..
    kebanyakan dari mereka kerja untuk bosnya. Denger-denger bosnya itu juga lebih kaya dari mereka.

  8. Saya setuju mas. Tetapi sekedar berpendapat aja nih. Menurut saya, ada 2 jenis pengemis. Yang satu adalah pengemis, karena dengan kekurangannya. Tetapi ada juga pengemis yang menjadi mata pencahariannya. Dengan berbekal itu, saya pribadi, jika hati saya digerakan untuk memberi, maka saya akan memberi. Tetapi jika hati saya tidak digerakan untuk memberi, maka saya tidak akan memberi. Jadi saya berpikir, jangan sampai digeneralisir untuk tidak berbuat sesuatu kepada mereka. Kasihan kan kalau ada orang yang benar-benar membutuhkan, karena kekurangannya. Begitu aja, pendapat saya.

    Salam,
    http://harijonathan.wordpress.com

  9. Rp.276.000 x 30 hari = Rp.8.280.000 !!!
    Jeez, the world has gone crazy. No wonder so many people came to Jakarta just to be a beggar. Not only they can eat at McDonald’s but with that kind of money surely they can afford a full slab of ribs at Tony Roma’s (yummy)..
    Lebih baik uang (yg mau dikasi ke pengemis) disimpen buat diberikan ke orang2 yg kekurangan. Look around. Banyak kok yg lebih membutuhkan..
    Gw jadi inget soal aksi sosial. Ada yg ngasi bantuan ke semua yg dateng/antri, karena belom tentu mereka yg dateng adalah yg membutuhkan. Padahal diantara mereka banyak calo, penjual/punya toko, dst dst. Ujung2nya nenek2 lah keinjek2, ada yg pingsan, dst.
    Idealnya target aksi sosial disurvey langsung ke rumah mereka. Kalo rumahnya dari papan tapi di dalemnya ada TV 20inch, DVD player, makan 3x sehari plus teh/kopi ya mending cari yg lebih butuh. Seringkali Panitia aksi sosial gak mau repot, ngandelin pak RT untuk distribusi bantuan. Nanti ujung2nya keluarganya pak RT yang kenyang! Padahal mereka cukup nyediain tempat aksi sosial tsb.. Sori ngelantur 😀

  10. Penghasilan segitu belum seberapa lae.

    Di Jakarta, tepatnya di sekitar Senayan, Thamrin, Sudirman dan kawasan penting lainnya, sudah biasa kok penghasilan para pengemis sampai ratusan juta per hari. Ini bukan fitnah. Sumpeh.

    Ratusan juta perhari itu per orang atau dalam satu kelompok pengemis?. ya kalo di kota kota besar memang pengemis sudah di kordinasi dengan baik.

  11. Kan katanya dah ada aturan dilarang memberi uang ke pengemis di jakarta
    Nah kalo aturan dilarang memberi uang ke polisi gimana?

    kalo masalah itu saya gak tau. tapi rasanya sulit menolak uang yang diberi dengan iklas. hehehhe kecuali kalo di palak. dimana mana itu gak boleh

  12. ini pengalaman saya, ada pengemis yang di tuntun oleh seseorang assalamu’alaikum katanya terus saya jawab dong walaikum salam ada apa pak? tanya saya terus dia berkata sedekahnya dek!!! terus dia ngedo’ain gitu katanya supaya warnet saya rame, supaya panjang umu Dll. singkatnya karena saya iba melihat si bpk itu saya kasih aja tuh 1000 bereeesssss….
    nah pas besok nya tuh bpk” dateng lagi pake jurus yang kemaren cuman aga beda dikit…!!! langsung dah saya ngomong pak di sini bukan yayasan, ngemis boleh asal jangan langganan,
    di sini saya kerja pak!!! terus saya bilang sama abang” yang nuntun tuh bpk. abang gak malu minta sama anak kecil kaya saya, abang kan masih muda ya kerj dong jangan kerja begini, ehhh di bilangin begitu malah marah katanya ya udah kalo gak mau ngasihmah gak usah bangnyak omong, saya jawab saya bukan gak mau ngasih sebenarnya saya ib liat bpk ini tetapi kalo begini caranya saya jadi gak mau ngasih di kasih ehh jadi ketagihan kalo saya kasih lagi pasti besoknya dateng lagi dasar luh pemalas pergi luh sono jangan ampe w ngelit muka lu lagi akhirnya pergi dah tuh pengemis
    intinya kalo mau kasian sama orang atau ngasih sodaqoh liat” dulu orangnya n dia bener” gak mampu atau tidak di jakarta jangan percaya sama pengemis aslina aing katipu lebar th duit sarebu dasar pengemis koplok!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s