Kita tahu bahwa belakangan ini sering sekali kasus korupsi telah berhasil di ungkap oleh KPK. ini hanya segelitir kejadian yg terbongkar. banyak lagi kasus kasus lain yg belum tersentuh oleh tangan KPK.  para korputor biasanya diberikan hukuman penjara, dicopot dari jabatannya. Uang hasil korupsi yang sudah betumpuk tumpuk tetap tersimpan dengan rapih. uang hasil korup telah dibagi-bagikan kepada keluarga, anak, istri, bibik, paman, tante, tetanga, selingkuhan dan wanita bayaran mereka.

seperti kata pepatah ” sepandai pandai tupai melompat sekali jatuh jua ”  Tupai kan tidak hanya sekali melompat dan jatuh. begitujuga dengan koruptor tidak hanya sekali melakukan tindak korup tapi sudah berkali kali dan akhirnya tercium juga gelagat mereka oleh KPK. nah yg belum ketahun kan rame.  Bagaimana seharusnya negara kita menangani dan memberikan hukuman kepada para koruptor?

banyak pihak menyatakan setuju mengganjar para koruptor dengan hukuman mati. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ketua DPR Agung Laksono, dan sejumlah elemen di Indonesia mendukung wacana itu. tapi ini kan tidak semudah itu. nyaris seluruh organ negara ini tidak bersih dari koruptor. Akibatnya, pemerintahan tidak bisa berjalan efektif. Banyak pejabat terlibat korupsi, mulai gubernur, bupati/wali kota, kepala dinas, dan sebagainya. Sistem peradilan menjadi berantakan, penyidik bisa disogok, bahkan di level legislasi pun sudah terserang virus korupsi ketika merancang sebuah produk hukum.

hukuman mati bukan lah hal yg mudah untuk dilaksanankan. karena beberapa faktor

  1. Hukuman mati bagi korupsi mungkin saja bisa menimbulkan persoalan baru lagi. Misalnya orang yang dianggap telah melakukan korupsi, kemudian dihukum mati. Belakangan ternyata terungkap fakta baru bahwa orang tersebut tidak korupsi. Tentu ini bakal meninggalkan duka mendalam bagi pihak keluarga, menimbulkan dendam, dan sebagainya.
  2.  Ada yang berangkapan Nyawa seseorang yang berhak mengambilnya adalah TUHAN. sehingga menyalahi aturan agama.

Dengan demikian, hukuman mati bagi para koruptor bukanlah pilihan yang tepat apalagi bijak. Pemerintah dan semua pihak terkait perlu mencari cara yang lebih kreatif dan efektif dalam upaya pemberantasan korupsi. Pembentukan KPK baru sebuah langkah awal yang cukup memberikan kejutan bagi para koruptor

Menurut anda  hukuman apa yg cocok bagi para koruptor?