kasus ryan dalam membunuh ke 11 Korban

Korban pembunuhan keji yang dilakukan oleh Verry Idham Henyansyah alias Ryan (30), kini menjadi 11 orang. Enam mayat baru saja ditemukan oleh polisi setelah melakukan penggalian di halaman rumah tersangka, Senin (28/7/2008).  Empat mayat yang baru ditemukan dikubur di lubang terpisah. Namun mayat-mayat tersebut belum dikeluarkan dari lubang “kubur” mereka.

Dua dari empat mayat itu diduga kuat adalah ibu dan anak, yakni Nani Hidayati (32) dan putrinya, Silvia yang baru berusia tiga tahun.

berikut motif yang diuratakan oleh berbagai pakar

Adrianus Meliala, kriminolog dari Universitas Indonesia (UI), mengategorikan apa yang dilakukan Ryan sebagai pembunuhan berantai. Bahkan, dia menduga pria gay tersebut telah pada tahap menikmati aksinya.

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri menyatakan, 50 persen pelaku pembunuhan berantai melakukan perbuatannya didasarkan pengalaman masa lalu. Dia menduga, sebagai seorang gay yang kemayu, dimungkinkan dirinya diolok-olok dan dilecehkan di lingkungannya.

Akibat kekerasan psikis seperti itu, menjadikan seseorang mudah tersinggung. Pada sebuah titik, orang yang mudah tersinggung dapat melakukanhal yang tidak terduga.

Pendapat serupa dikemukakan kriminolog UI Erlangga Masdiana. Perbuatan Ryan menunjukkan dia sebagai psikopat, yang selalu mempunyai pembenaran atas perbuatannya. Psikologi seperti ini menurutnya dikarenakan dendam, sakit hati, iri, atau hal-hal lainnya.

Seorang psikopat mendapatkan sensasi, dalam setiap pembunuhan yang dilakukannya.
Sensasi itu terus tumbuh, sehingga pembunuhan akan berlangsung semakin kejam, seperti mengkuliti atau memutilasi korbannya.

Faktor Cemburu

Psikolog Dra Hastaning Sakti Psi MKes juga mengatakan, tak menutup kemungkinan faktor cemburu berada di balik pembunuhan berantai tersebut. Menilik tingkah laku dan gelagatnya, Ryan adalah gay yang berperan sebagai perempuan.

Kalangan kaum pria pecinta sesama jenis itu sering menyebutnya dengan istilah Gay Kinki. ”Gay terbagi dua, yaitu berperan sebagai lelaki dan perempuan. Untuk Gay Kinki ini sendiri mempunyai rasa cemburu yang sangat berlebihan terhadap pasangannya. Mereka selalu diduakan atau bahkan ditigakan,” kata dosen Fakultas Psikologi Undip itu.

Tidak hanya itu. Gay Kinki juga dikenal mempunyai perasaan yang sensitif. Hal itu berbanding terbalik dengan Gay yang berperan sebagai lelaki. Mereka akan merasa terpuaskan dan bangga apabila dapat menggaet cowok sebanyak-banyaknya untuk dijadikan ”pacar”.

”Bisa jadi, kelima korban yang dibunuh ini pernah menjadi pacar Ryan lantas menyakiti perasaannya. Kemungkinan lain, mereka pernah mendekati atau didekati pacar Ryan. Hal itu bisa saja membuat cemburu dan mendorong pelaku berbuat nekat,” kata direktur biro konsulitasi Lembaga Media Mitra Keluarga (MMK) itu.

Apalagi, lanjutnya, kalau pelaku mempunyai sifat posesif terhadap pasangannya. Disinggung soal pembunuhan yang dilakukan secara sadis, Hastaning mengungkapkan, hal itu bergantung kepada perilaku individu masing-masing. Ryan dikenal berkepribadian tertutup.

Sosok seperti itu akan berubah menakutkan ketika terjadi ketidakpuasan dan kemarahan yang meledak-ledak pada dirinya. (Ainur Rohim, Wahyu Wijayanto, Adi Prianggoro-46)

Iklan

10 thoughts on “kasus ryan dalam membunuh ke 11 Korban

  1. hah?
    nambah lagi?
    bukan nambah lagi kale,,emang polisi aja yang ga tau kalo korbannya banyak,,hehe (edit)

    kemaren sempat liat di metro tv, Ryannya biasa aja tuh, gak ada rasa bersalah sama sekali,,keliatannya pembunuh berdarah dingin yang diselimuti dendam kesumat,,, 😦

  2. @yella
    mungkin diperkirankan korbannya ada 21 orang
    sadis dis dis dis
    dia tuh pembunuh berdarah beku loh

  3. Waaah ngeri banget ya! Sadis sih mbunuh sampai 11 orang, apalagi yang sampai dimutilasi itu, bgm sih perasaan si pembunuh waktu motong2 tubuh orang, kok ya bisa ya?
    *salam kenal mas*

  4. serem… bisa jadi psikopat kya Johan di “Monster”nya Naoki Urasawa (kbanyakan baca komik nie. hehe)

    mungkin ryan juga pernah baca tuh komik kali ya.

  5. saia gk percaya klo keluarga gk terlibat, gk mungkin bgd dan gk masuk akal..
    sbagian mayat dikubur di dlem rumah, gk mungkin keluarga gk tau..kecuali klo dia (baca=ryan) pake dukun buat “mbutain” keluarga 😦

    wahh itu saya kurang tau, tapi mungkin juga pake dukun cangih. tapi kenapa ya para polisi masih tanya psikologi. belum tanya para dukun sakit. biasanya kan yg beginian di tanya para dukun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s