Daftar Gebrakan Susi Sebulan Jadi Menteri (repost tempo)

Sejak dilantik menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan pada 27 Oktober lalu, Susi Pudjiastuti sudah mencuri perhatian masyarakat. Kepada Tempo, Susi mengaku Presiden Jokowi sempat melontarkan maksud penunjukannya.

Susi menceritakan, saat itu Jokowi mengatakan, “Ibu Susi, negeri ini perlu orang gila.” Mendengar itu, Susi menjawab, “ya, Bapak mendapat orang gila.” Hasilnya belum sampai sebulan Susi sudah langsung tancap gas. Berikut daftar gebrakan Menteri Susi:

Moratorium Izin Kapal

Susi mengeluarkan moratorium izin kapal berukuran 30 gross ton (GT) atau lebih untuk membantu nelayan dan menjaga pencurian ikan dari kapal asing. Tidak lama, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly sudah menandatangani peraturan yang dibuat Menteri Susi tentang moratorium izin kapal 30 gross ton (GT). “Ini kabar bagus. Akhirnya tak perlu tunggu dua tahun!” kata Susi kepada Tempo Kamis, 6 November 2014.

Menghapus Pungutan Kapal Nelayan

Baca lebih lanjut

52 Ribu Buruh Akan Kepung Jakarta

Kepolisian Daerah Metro Jaya, telah siap mengamankan aksi unjuk rasa ribuan buruh dalam rangka memperingati Hari Buruh International atau May Day pada 1 Mei 2012. Sebanyak 16.700 personel gabungan dari Polri dan TNI akan dikerahkan.

Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Untung S Rajab mengatakan, dari data yang masuk, jumlah buruh yang sudah mendaftarkan dari beberapa elemen mencapai 52 ribu orang.

“Jadi yang unjuk rasa kami amankan, masyarakat juga diamankan. Diperkirakan besok ada 52.000 buruh di Jakarta,” kata  Untung, di Jakarta, Senin 30 April 2012.

Menurutnya, buruh adalah komponen bangsa yang penting dalam pembangunan. Jika ada kegiatan maka pihaknya akan membantu untuk pengamanan. Tapi bila terjadi kerusuhan saat aksi unjuk rasa, maka aparat kepolisian akan langsung melaksanakan prosedur tetap untuk membubarkan massa.
Baca lebih lanjut

Hati-Hati Skenario Baru Pasca Penangkapan Nazaruddin

Tertangkapnya mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M. Nazaruddin membuat panas dingin sejumlah pihak yang namanya sempat disebut. Diprediksi pihak-pihak tersebut pasti tidak akan tinggal diam.

“Suka atau tidak suka, kerusakan yang dia buat lewat tudingannya selama dalam pelarian sangat luar biasa bagi Partai Demokrat dan beberapa elitnya. Sehingga mau tidak mau, pasti ada pihak yang menginginkan Nazar memperbaiki atau paling tidak memperkecil kerusakan itu,” ujar Anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo dalam pesan singkatnya, Selasa(9/8/2011).
Baca lebih lanjut

Jangan Bungkam Nazaruddin!

 DPR RI mendesak Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban untuk memberikan perlindungan penuh kepada buronan KPK, M Nazaruddin yang telah tertangkap di Kolombia. Penangkapan ini juga menjadi saat yang tepat bagi KPK, yang ikut dituding Nazaruddin, untuk memulihkan kredibilitasnya.

“Nazaruddin perlu mendapatkan perlindungan saksi, dikawal ketat dan harus dapat perlindungan menyeluruh,” ujar Wakil Ketua DPR RI, Pramono Anung saat dijumpai di Gedung DPR, Selasa (9/8). Nyawa dan keamanan Nazaruddin harus dilindungi karena dapat menjadi pembongkar utama praktik mafia anggaran di DPR maupun korupsi di berbagai instansi pemerintahan.

Baca lebih lanjut

Nazaruddin: Darimana Anas Bisa Rumah dan Mobil Miliaran Rupiah?

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tak hanya memberikan komentar melalui wawancara khusus dengan dua stasiun televisi swasta nasional. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin juga sempat memberikan komentar melalui blackberry messenger kepada salah seorang wartawan yang kemudian dipersilahkan untuk dikutip, Kamis (21/07/2011).

Nazaruddin kemudian menegaskan apa yang ia katakan, benar adanya, tanpa ada unsur fitnah apapun. Ia kemudian menegaskan, Anas-lah yang selama ini menjadi aktor dibalik berbagai aksinya yang bisa dilihat dari pundit-pundi dan harta kekayaan Anas Urbaningrum selama menjadi Ketum Demokrat.

“Ini sekedar bahan renungan saja, kalau saya dikatakan memfitnah Anas, darimana Anas bisa memiliki beberapa rumah dengan harga puluhan miliar rupiah? Darimana Anas bisa memiliki mobil-mobil mewah seharga miliaran rupiah satu mobilnya? Apakah masyarakat berpikir uang itu hasil halal dari jerih payahnya? Sekali lagi saya hanya membuka fakta saja,” kata Nazaruddin.
Baca lebih lanjut

Anas Urbaningrum: Tidak Ada Money Politik, Tapi Uang Transportasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anas Urbaningrum menjamin bahwa tidak ada politik uang pada kongres Partai Demokrat di Bandung pada Mei tahun lalu, yang memenangkan dirinya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

“Haram hukumnya membeli suara untuk jabatan” tegas Anas Urbaningrum saat ditemui wartawan di kediamannya, di Jalan Teluk Semangka, kavling Angkatan Laut, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (20/7/2011).

Anas mengatakan bahwa tidak ada alasan baginya melakukan politik uang di kongres. Anas mengaku bahwa ia bukanlah orang yang ngotot untuk naik menjadi ketua umum partai. Namun saat itu ia diminta maju oleh golongan yang kerap disebut arus bawah.

“Saya diminta untuk maju di kongres, ada yang nyebut itu adalah arus bawah, saya tidak begitu suka dengan istilah itu tetapi prosesnya saya diminta dengan pertimbangan masa depan partai untuk maju,” tambahnya.

Atas hal itu, ia menganggap sangat tidak logis jika dirinya membeli suara untuk jabatan. Anas berprinsip bahwa jabatan bukanlah sebuah kenikmatan, melainkan peran dan tanggung jawab untuk kerja keras.

Ia membenarkan bahwa anggota tim suksesnya diberikan fasilitas berupa bantuan transportasi untuk anggota tim pulang ke daerah masing-masing. Dan ia menganggap hal tersebut merupakan sebuah kewajiban.

“Masak yang berjuang bersama tidak difasilitasi dengan transportasi akomodasi, konsumsi. Dan itu bukan membeli suara,” tuturnya.

Anas juga mengaku tidak terima jika uang untuk memfasilitasi anggota tim suksesnya itu dianggap Nazaruddin sebagai Politik uang.

Baca lebih lanjut